Memulai Hidup Baru

“Berbahagialah …. mereka yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:2)

Mungkin banyak dari kita tidak tahu pasti kapan kita mengalami kelahiran kembali. Itu memang adalah karya misterius Allah di dalam hati. Atau ada juga diantara kita yang tidak tahu pasti kapan pertama kali menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Tapi hampir setiap kita mengatakan bahwa kita memulai hidup berjalan bersama dengan Tuhan ketika kita serius mempelajari dan merenungkan Firman Tuhan. Setelah serius melakukan Saat Teduh setiap hari, mempelajari Alkitab secara berkala, pribadi atau dalam PA Kelompok (di Kelompok Kecil), di saat itulah kita mulai secara sadar dan serius memulai hidup baru dan memperhitungkan Tuhan dan Firman-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Inilah kebenaran yang diajarkan dalam Mazmur 1:2. Perjalanan hidup baru umat Allah dimulai dengan kesukaan dan kesungguhan terhadap Firman Tuhan. Temper Longman III menulis, “Kita sudah mengetahui bahwa Mazmur ada dalam Perjanjian Lama. Yang jauh lebih penting adalah Perjanjian Lama ada dalam kitab Mazmur. Mazmur dikenal sebagai “mikrokosmos” dari berita Perjanjian Lama.” Athanasius bahkan menyebut Mazmur sebagai “ sebuah ringkasan dari seluruh Alkitab.” Martin Luther menyebutnya “sebuah Alkitab kecil.” Mazmur adalah jantung perjalanan umat perjanjian. Membaca mazmur, pujiannya, syukurnya, ratapannya, pengajarannya sama dengan membaca kisah kehidupan umat Allah dalam bentuk ekstraknya. Karena bukankah pujian, doa, ratapan adalah curahan isi hati yang terdalam? Jadi dalam kitab Mazmur dikisahkan Perjanjian Allah dengan umatNya. Dan kisah perjalanan rohani umat Allah ini diawali dengan satu pasal yang mengajak kita untuk hidup dalam kesukaan akan Firman Tuhan.

“Berbahagialah…. mereka yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Seruan “berbahagialah” adalah seruan yang memuji seseorang karena keadaan keselamatannya atau perbuatannya yang membawa keselamatan. Dan ini mengandung ajakan kepada pendengar untuk melaksanakan apa yang didengarnya. Pemazmur mengajarkan dan mengajak umat Allah untuk hidup dalam kesukaan akan Firman Tuhan. Kesukaan adalah suatu kata yang menunjukkan perasaan cinta dan rindu kepada seseorang atau sesuatu. Jadi Mazmur 1 mengajarkan bahwa “perkelanaan” rohani umat Allah dimulai ketika ada kerinduan dan kecintaan kepada Firman Tuhan. Kecintaan yang ditunjukkan dengan tindakan dan pengalaman merenungkan Taurat Tuhan.

Sejarah kehidupan bangsa Israel dan gereja menunjukkan berulang-ulang bahwa mereka hidup menjauh dari Tuhan ketika mereka tidak lagi mencintai dan memperhatikan Firman Tuhan. Sebaliknya babak baru selalu dimulai ketika bangsa Israel dan gereja menemukan kembali kecintaan dan ketundukannya kepada Firman Tuhan. Dan salah satu babak sejarah gereja yang sangat penting adalah Hari Reformasi. Hari saat Martin Luther memakukan 95 dalilnya di pintu Gereja Kota Wittenberg, 95 dalil yang menantang seluruh sistem keagamaan pada masa hidupnya, yang merupakan sebuah gerakan reformasi (pembaharuan) bagi gereja. Kita mengingat Luther di Worms beberapa tahun kemudian, menghadap para petinggi Gereja Roma dan dituntut untuk
menarik kembali tantangan dan ajarannya tentang pembenaran oleh iman. Tanggapannya yang terkenal kepada kaisar, para bangsawan, dan penguasa Gereja di Eropa Tengah ialah: “Kecuali Anda bisa membuktikan melalui Kitab Suci dan alasan yang jelas bahwa saja bersalah, saya tidak bisa dan tidak akan menarik kembali. Hati nurani saya ditawan oleh Firman Allah. Melawan hati nurani tidak dibenarkan dan berbahaya. Di sini saya berdiri. Tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan. Kiranya Allah menolong saya. Amin.” Ucapan yang agung ini telah bergema selama berabad-abad. Gereja kembali kepada Kitab Suci (Back to the Bible). Kitab Suci menjadi dasar iman orang percaya. Iman yang Alkitab katakan juga adalah anugerah Allah, bukan usaha dan jasa manusia (2 Tim. 3:15-17). Kalimat Reformasi berkumandang ke seluruh dunia: “Sola Scriptura, Sola Fide, Sola Gratia.” Syukur kepada Allah atas Reformasi!

Seperti apakah reformasi yang Allah kerjakan dalam gereja kita hari ini? Pertama, adanya kesadaran tentang otoritas Alkitab suatu kesadaran bahwa pengajaran alkitabiah merupakan kebenaran ilahi dan bahwa undangan dan teguran, ancaman dan peringatan, janji dan jaminan Kitab Suci, menyatakan apa yang Allah pikirkan tentang manusia. Alkitab akan dihormati kembali sebagai Firman Allah dan pluralisme dari teologi liberal yang membodohi pikiran dan membutakan hati banyak orang akan layu dan mati. Kedua, adanya keseriusan mengenai hal-hal yang bernilai kekal. Sorga dan neraka akan dikhotbahkan, dipikirkan, dan dibahas kembali. Hidup di dunia ini akan kembali dijalani berdasarkan kehidupan di dunia yang akan datang, dan pertanyaan penjaga penjara di Filipi, “Apakah yang harus aku perbuat agar selamat?” akan kembali dianggap sebagai pertanyaan hidup yang hakiki. Ketiga, adanya hasrat akan Allah yang melampaui semua minat akan agama atau pemeliharaan religiositas. Relasi dengan Allah dilihat sebagai hal terpenting di dunia dan patut untuk terus diperjuangkan. Keempat, adanya cinta akan kekudusan yang tumbuh dari kesadaran yang mendalam akan dosa, pertobatan yang
sungguh-sungguh, dan rasa syukur yang besar karena diampuni dan disucikan oleh darah Kristus, dan hasrat yang mendalam untuk memperkenankan hati Alllah. Kelima, adanya kepedulian terhadap Gereja. Sebab gereja adalah pusat dan sasaran rencana Allah, serta tempat penyataan hikmat Allah yang menyelamatkan dan menguduskan (Ef. 3:1-12). Keenam, adanya kerelaan untuk berubah, baik dari dosa menuju kebenaran, atau dari kemalasan menuju semangat, atau dari pola-pola tradisional menuju prosedur baru, atau dari kepasifan menuju keaktifan, atau bentuk perubahan apa pun yang dibutuhkan.

Bukan hal yang mustahi kalau enam hal di atas juga bisa dialami oleh para siswa dan mahasiswa ketika mereka dengan sungguhsungguh mencintai dan mempelajari Alkitab. Mereka betul-betul mengalami apa artinya “Memulai Hidup Baru,” memulai perjalanan hidup dalam hubungan dengan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ketika mereka mencintai Firman demi Firman yang dipelajari melalui buku MHB itu, sebetulnya (memang benar-benar) mereka sedang memulai hidup yang baru: memulai kehidupan yang berdasarkan kebenaran Firman Tuhan di mana seluruh aspek hidup kita didasari dan diterangi oleh Firman Tuhan. Dahulu hidup kita dijalani dengan nilai-nilai keluarga, masyarakat, keduniawian atau berjalan begitu saja, tetapi MHB mengajarkan bahwa kebiasaan hidup, waktu, bakat, dan masa depan kita semuanya harus diterangi dan dibimbing oleh Firman Tuhan. Ini tidak hanya berlaku pada masa awal pertobatan kita tetapi menjadi pengalaman seumur hidup. Setiap bagian perjalanan hidup rohani kita didasari dengan pilihan untuk cinta dan taat akan Firman Tuhan.

Menghubungkan Gerakan Reformasi dengan “gerakan MHB,” akan mengajak kita melihat karya besar Allah dalam gerakan pelayanan yang sederhana: “Bible movement” seperti Kelompok Kecil, PA kelompok, Kelompok Tumbuh Bersama, dan Eksposisi Firman Tuhan bagi siswa, mahasiswa,dan alumni. Ketika para siswa, mahasiswa dan alumni mengalami kecintaan kepada Firman Tuhan, maka sebuah perjalanan hidup baru sedang dimulai. Sebuah hidup yang pemazmur katakan menghasilkan sebuah hidup tegar, segar, berbuah dan berhasil (Mzm. 1:3). Sekelompok umat Tuhan yang hidupnya diperbaharui dan siap untuk memperbaharui sekitarnya. Siap untuk masuk ke dalam pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya dan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (Ef. 2:10).

Posted in Artikel, Pemuridan, PMK.