Penyertaan Tuhan di 2017

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." - Pengkhotbah 3:1

Tantangan dan pergumulan akan selalu dialami oleh setiap manusia, termasuk gereja-Nya. Kami menyadari bahwa setiap tahun ada pergumulan dan berbagai macam tantangan yang harus kami lewati. Di penghujung tahun 2017 ini, kami mengucap syukur atas penyertaan Tuhan bagi kami dalam melewati masa yang Tuhan izinkan kami alami selama tahun ini.

KOMPONEN SISWA

Generasi memang berubah.
Namun Injil tak akan berubah.
Cara pendekatan dan kebutuhan siswa terus berganti.
Namun kebenaran dan kebutuhan Injil tak akan terganti.

PSKJ bersyukur untuk satu tahun pertolongan Tuhan di tengah berbagai gejolak kawula muda yang dihadapi, penginjilan dan pemuridan boleh tetap dikerjakan. Bersyukur adanya siswa-siswa yang juga telah diutus masuk ke dalam dunia kampus sebagai murid-murid Kristus. Kiranya Api Roh Kudus yang terus membakar para pelayan kaum muda dalam menghadapi tahun pelayanan berikutnya.

Soli Deo Gloria!

KOMPONEN MAHASISWA

Beriringan dengan peringatan 500 tahun gerakan reformasi di tahun 2017, kami bersyukur atas anugerah dan kemurahan Tuhan yang menopang dan menggerakkan pelayanan mahasiswa hingga saat ini.

Tuhan menyatakan Kerajaan-Nya di dunia dengan memanggil para mahasiswa ke dalam relasi yang hidup dan otentik di dalam Kristus. Ia terus memberikan pertumbuhan iman dan kasih kepada mahasiswa melalui Firman dan komunitas-Nya. Secara khusus, kami bersyukur Tuhan tetap memperlengkapi para pemimpin pelayanan mahasiswa di kampus (baik pengurus maupun PKK) dengan Injil-Nya yang mengubahkan.

Kiranya kami boleh terus takjub melihat Tuhan dan karya-Nya di dalam hidup dan pelayanan kami. Seperti kutipan Paul Tripp dalam bukunya: “It is dangerous to live without your heart being captured by awe of God , because awe of God is quickly replaced by awe of you”

KOMPONEN ALUMNI

Terpujilah Allah yang sangat baik menolong dan memimpin dalam pelayanan alumni ditahun 2017.

Dari segi sumber daya, masih banyak orang-orang yang terlibat dan memberikan diri dalam pelayanan ini. Ada pengurus baru di PAKJ, tim GCLC, tim GCFD, Panitia KTA, pengurus PAK Depok, Pengurus PAB. Di tengah kehidupan alumni dan pergumulannya, mereka masih memberikan waktu dan perhatiannya untuk melayani.

Semakin bertambah juga jumlah alumni yang hadir dalam setiap pembinaan atau acara alumni yang kita lakukan. Semakin bertambah juga alumni yang membagikan talenta dan hikmatnya serta jadi teladan yang dapat dilihat oleh alumni muda.

Terpujilah Allah yang terus menjaga alumni dengan berbagai cara sehingga masih didapati para alumni yang setia walaupun banyak pergumulan yang dihadapinya.

Terima Kasih Tuhan.

Jesus Among The Secular Gods

Jesus Among The Secular Gods

Judul buku : Jesus Among The Secular Gods

Pengarang : Ravi Zacharias & Vince Vitale

Harga buku : Rp 65.000,-

Ravi dan Vice di dalam kerjasama yang baik kembali berjuang dalam peperangan iman pada generasi ini. Suatu peperangan iman Kekristenan dalam menghadapi segala serangan sekularisme. Beberapa topik yang di bahas di dalam buku ini dapat menolong kita untuk bisa mengerti bagaimana kita bisa memiliki kewaspadaan dan kesanggupan untuk tetap berdiri kokoh di dalam iman dan pengharapan kita di dalam Kristus. Topik-topik yang dibahas di antaranya: Altars Againts God, Atheism, Scientism, Pluralism, Humanism, Relativism, Hedonism, Love the Truth.

Sekiranya, doa Paulus menjadi nyata di dalam generasi kita seperti yang ia sampaikan dalam Efesus 4:13-15: “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”

Form Pemesanan Buku





THE HOPE HAS COME “He Turns Hopeless End Into Endless Hope”

“Orang tanpa harapan sering mengungkapkan keadaan dan perasaan diri mereka dengan berkata bahwa mereka ingin mati, dan terkadang mereka berusaha untuk bunuh diri.”
(J. I. Packer)

Pada bulan April tahun 2015 yang lalu, media memberitakan seorang siswa SMA Jakarta yang melakukan bunuh diri. Selang enam bulan kemudian, media kembali memberitakan seorang siswa melakukan bunuh diri dari sekolah yang berbeda. Apa yang menyebabkan mereka bunuh diri? Media memberitakan bahwa siswa yang pertama tidak tahan tinggal bersama orangtua tirinya, kemudian yang satu lagi bunuh diri karena hubungan pacaran yang tidak disetujui oleh orangtuanya. Tidak hanya sampai di situ, tahun 2016 media kembali memberitakan seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi terbaik yang melakukan bunuh diri. Ironisnya, ketiga orang tersebut adalah orang Kristen.

Tidak ada orang yang mau hidup dan dapat hidup tanpa pengharapan. Jika tidak, apa yang dikatakan oleh J.I. Packer di atas akan dialami oleh setiap orang tanpa memandang usia dan tanpa terkecuali termasuk orang percaya. Banyak hal yang menyebabkan kita kehilangan harapan, misalnya bertahun-tahun mengerjakan pelayanan tapi tampak tidak ada hasilnya, kecewa dengan kondisi sekitar yang tidak berubah malahan semakin bobrok, masalah keluarga yang tidak habis-habisnya, pergumulan pribadi terhadap dosa-dosa yang tidak selesai, terasing di tempat kerja karena melakukan hal yang benar, atau penolakan yang kita alami dari lingkungan sekitar secara terus-menerus dalam berbagai bentuk. Semuanya berujung pada keputusasaan. Di sisi lain, sebagian orang merasa telah memiliki harapan walaupun pengharapannya berasal dari dunia ini. Dengan kata lain pengharapan mereka bukanlah pengharapan sesungguhnya. Sifatnya mudah-mudahan dan tidak pasti.

Apakah pengharapan Kristen itu? Mengapa kita membahasnya dalam momen Natal ini? Dalam Lukas 2:25-39, diceritakan bahwa bayi Yesus --seperti yang ditetapkan oleh Hukum Taurat-- dibawa dan diserahkan ke Bait Allah. Setelah itu, perikop ini menyebutkan dua nama yaitu Simeon dan Hana. Siapakah Simeon ini? Dikatakan Simeon adalah seseorang yang benar dan saleh. Ia seorang keturunan Israel. Kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias yaitu Yesus Kristus. Siapakah Hana? Ayat 36-37 memberi gambaran singkat tentang dia, “Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa”.

Simeon dan Hana, keduanya dapat dikatakan sama-sama sedang “menanti” (Luk. 2:25,38). Simeon menantikan penghiburan bagi Israel dan Hana menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Keduanya menantikan Pribadi yang sama, yaitu Sang Mesias yang pernah dinubuatkan dan dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Oleh pimpinan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah bertemu dengan bayi Sang Mesias yang sejak dari lama dinantikannya. Begitu juga dengan Hana yang sedang berada di Bait Allah bertemu dengan bayi tersebut yang sudah ia nantikan juga dalam usia tuanya. Baik Simeon dan Hana sedang hidup dalam penantian akan Sang Mesias. Mereka sedang hidup dalam pengharapannya. Dalam masa mereka penantian akan Mesias, Simeon disebut sebagai seorang benar dan saleh, seorang yang dipimpin oleh Roh Kudus. Apa yang membuat Simeon disebut demikian? Terletak pada keyakinannya yang dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias yaitu Yesus Kristus. Pengharapan terhadap keyakinan tersebutlah yang membuat Simeon hidup benar dan saleh dalam melakukan kehendak-Nya. Bagaimana dengan Hana? Sekalipun ia adalah seorang janda berumur delapan puluh empat tahun, akan tetapi apa yang ia lakukan? Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Mengapa? Karena keyakinan terhadap pengharapan Sang Mesias yaitu Kristus Yesus. Ketika bertemu dengan Yesus, Simeon memuji Allah (ay.29-32) dan Hana mengucap syukur dan bersaksi tentang Anak itu kepada semua orang (ay.38).

Kelahiran Kristus adalah jawaban atas pengharapan dunia, tidak hanya Israel tetapi juga bangsa-bangsa lain. Seperti yang telah lama dinubuatkan dan dijanjikan kepada dunia. Melihat Sang Natal itu, Simeon menyatakan pujiannya kepada Allah saat menyembah bayi Yesus. Pujian Simeon itu menceritakan tentang indahnya keselamatan, B.J. Boland menyimpulkan bagi kita ke dalam dua hal:

Untuk bangsa-bangsa akan terbit terang, sehingga kepada mereka dinyatakan kebenaran dan mereka menjadi percaya.
Israel boleh bersukaria dan bersyukur kepada Allah karena kehormatan daripada Allah yakni bahwa keselamatan berasal dari umat tersebut.

Natal adalah penggenapan pengharapan manusia atas keselamatan dunia. Allah, Sang Pencipta datang menjadi ciptaan. Allah yang di surga mulia datang ke dalam dunia yang berdosa. Allah yang empunya kuasa di surga dan di bumi datang ke dalam kandang domba yang hina. Demi kita yang dikasihi-Nya. Dialah pengharapan yang sejati dan pasti yaitu Yesus Kristus.

Jika kita sudah memiliki pengharapan dalam Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia, kita tidak akan berhenti meletakkan pengharapan kepada-Nya. Termasuk pengharapan pada kedatangan-Nya kedua kali yang sudah Dia janjikan kepada kita. Pengharapan inilah yang terus-menerus disampaikan rasul Petrus kepada jemaat yang sedang dalam penganiayaan di perantauan. Demikian juga rasul Paulus menguatkan jemaat-jemaat yang sedang dalam penderitaan dan penganiayaan. Keduanya, baik rasul Petrus dan Paulus, mendorong agar jemaat bertekun dan bertumbuh dalam kondisi yang sedang mereka hadapi. Mari meletakkan pengharapan kita kepada Kristus Yesus yang sudah datang dan yang akan datang. Di mana semua penderitaan dan pergumulan dunia tidak akan ada lagi. Kelak, Kristus akan memerintah dalam kerajaan Allah.

Kita tidak perlu takut menghadapi dunia dengan segala keganasannya. Kristus telah hadir membawa pengharapan yang pasti. Bukan sekedar pengharapan yang semu yang dapat ditawarkan oleh dunia. Yesus, Sang Mesias, Sang pengharapan, telah datang bagi kita menggenapkan janji-Nya. Dia yang mengerti segala pergumulan dan bersama dengan kita menghadapi segala pergumulan. Dia adalah jawaban atas hidup kita dan atas apapun yang sedang kita alami. Yesus memberi jaminan bagi setiap orang yang menaruh pengharapan kepada-Nya. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir (Ibrani 6:19).

“Penderitaan, baik besar atau kecil,
pengharapan orang Kristen tetap ada.
Allah cukup dan setia.”
(R. C. Sproul)

Bijak Menjadi Orang Tua

Bijak Menjadi Orang Tua

Judul buku : Bijak Menjadi Orang Tua

Pengarang : Paul David Tripp

Harga buku : Rp 70.000,-

Anak-anak adalah pribadi yang istimewa dan unik. Namun, seringkali orang tua memperlakukan mereka dengan tidak unik. Orang tua telah gagal paham dan malah menghabiskan waktu untuk membentuk buah hati mereka seperti yang mereka inginkan, bukan seperti yang Allah inginkan. Anak-anak sering dipaksa untuk bisa melakukan hal-hal yang mustahil mereka lakukan, demi menjadi suatu model tertentu seperti yang orang tua inginkan.

Anak sepatutnya menjadi karunia Allah di dalam kehidupan pernikahan yang patut disyukuri juga dijaga dengan baik. Orang tua sebagai “Wakil Allah” menjadi istilah yang digunakan Alkitab untuk menggambarkan orang tua sebagai perantara Allah di dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak. Sebagai wakil Allah, orang tua mengerjakan pekerjaan dengan setia dan menyampaikan pesan, metode kerja, serta karaker dari pemimpin yang mengutusnya. Ketundukan di dalam ketaatan akan kehendak Allah mutlak diperlukan sebagai wakil Allah di dunia. Semua bisa dimulai dengan doa sederhana ini: “Apa kehendak dan rencana Allah di dalam mengutus saya bagi anak-anak?”

Selamat bergumul di dalam mendidik anak-anak.

Form Pemesanan Buku





Peta Hidup Baru

Menginjili di Dalam Kedalaman Firman

Penginjilan menjadi titik mula yang begitu penting di dalam tahapan awal pemuridan. KKR sebagai salah satu metode penginjilan menjadi cara yang begitu efektif di dalam menggalang begitu banyak orang. Namun, metode ini belum tentu efektif di dalam menjangkau setiap pribadi dengan baik.

Sementara itu, penginjilan melalui pendalaman Alkitab bisa menjadi proses yang begitu melelahkan. Apalagi jika harus mengerjakan dengan tekun hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan untuk menginjili 4-5 orang di dalam kelompok.

Meskipun kelihatan demikian berat, proses penginjilan melalui pendalaman Alkitab bisa menjadi cara yang begitu baik dan efektif menjangkau tiap pribadi secara khusus. Firman Tuhan yang bersama-sama dipelajari dari hari ke hari bisa menjadi pelajaran yang begitu mendalam dan berkesan.

Peta Hidup Baru hadir untuk memandu rekan-rekan di dalam mengerjakan proses penginjilan. Enam bab yang ada di dalamnya disusun dengan sedemikian rupa untuk bisa memahami pelajaran-pelajaran penting di dalam topik manusia, dosa, dan keselamatan.

Alangkah sukacitanya bisa memberitakan Injil keselamatan di dalam satu kesempatan yang begitu berharga.
Injil yang dahulu telah kita dapatkan dengan percuma, dapat kita teruskan dengan sukacita kepada mereka yang terhilang yang begitu haus akan kasih Tuhan. Selamat menginjili di dalam kedalaman firman Tuhan!

Form Pemesanan Buku





Hari Doa IFES (World Student Day)


EAST ASIA
Natalie - FES Singapore

"Saya adalah mahasiswi jurusan Psikologi dan bagian dari Nanyang Technological University Christian Fellowship (NTU-CF) yang memiliki 226 jemaat. Singapura adalah negara yang multi-religius dan hidup dalam keharmonisan. NTU-CF telah mengobarkan visi di antara mahasiswa Kristen untuk menjadi garam dan terang di kampus. Hal ini telah menantang kami untuk memikirkannya dan bertindak atas ketidakadilan di sekeliling kami, untuk mengasihi sesama kami sebagai komunitas iman, untuk mencari Tuhan dengan mempelajari firman-Nya, dan merefleksikan kebenaran-Nya melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan. Doakan agar Tuhan menganugerahkan kami hikmat untuk terlibat dalam kampus sesuai dengan cara yang dikehendaki-Nya, dan bermanfaat seperti tangan dan kaki-Nya, serta alat kasih dan suara-Nya di NTU. Kiranya Tuhan untuk memberikan kerinduan lebih dalam menjadi garam dan terang kepada seluruh jemaat NTU-CF dan mahasiswa Kristen lainnya. Doakan agar Tuhan menganugerahkan kekuatan kepemimpinan, hikmat, dan kerendahan hati kepada NTU-CF"


SOUTH ASIA
Ganga - NBCBS Nepal

"Saya berkuliah di kota Bharatpur. Kekristenan adalah agama yang baru dan sangat berkembang di Nepal, yang berarti akan menyebabkan masalah besar untuk masa depan mayoritas orang-orang yang masih mengikuti kepercayaan kuno. Kekristenan juga adalah ancaman besar bagi agama mayoritas disini. Kami berdoa bersama di kampus. Kami mempelajari Alkitab bersama dalam kelompok (suatu hal yang paling saya sukai). Di kampus, bullying adalah isu terbesar bagi mahasiswa Kristen. Kami ditindas dan hal itu menyebabkan kami tidak percaya diri, akhirnya kami menjadi diam dalam menyatakan iman kami di antara mahasiswa lainnya. Doakan agar kami berani menyatakan iman kami kepada teman-teman walaupun situasinya tidak mendukung"


SOUTH PASIFIC
Godfrey - Solomon Island Universities-CF

"Pada tahun 2015, saya adalah salah satu dari kira-kira kurang dari 10 alumni yang memutuskan untuk merintis gerakan IFES disini. Pada tahun 2016, hampir 50 mahasiswa mengikuti kamp pertama kami. Pada tahun 2017, ada 98 mahasiswa bergabung dengan SIU-CF. Sekitar 90% orang di Solomon Islands adalah orang Kristen, tetapi memiliki pengertian yang dangkal dalam Firman Tuhan. SIU-CF saat ini bergumul dengan kebutuhan pendanaan acara dan tempat persekutuan. Tuhan juga sedang memilih mahasiswa-mahasiswa untuk mengerjakannya walaupun mereka belum pernah melakukannya sebelumnya. Doakan agar lebih banyak mahasiswa dan dosen yang datang. Doakan agar ada pengurus dan volunteer yang mau melayani SIU-CF. Doakan saya juga sebagai perintis, memimpin persekutuan ini sulit karena saya harus bekerja juga. Doakan agar Tuhan menyediakan sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya untuk acara selanjutnya, konferensi internasional, dan tempat persekutuan tetap kami"


MIDDLE EAST AND NORTH AFRICA
Elio - LIVF Beirut

"Saya adalah mahasiswa jurusan pendidikan. Libanon adalah negara Kristen yang beragam dalam hal religiusitas. Pemimpin negara kami adalah orang Kristen (tapi tidak dalam praktiknya). Orang Libanon tahu apa yang dilakukan dan dipercayai orang Kristen. Saat ini, kedatangan pengungsi dari Siria (populasi orang Libanon berjumlah 4 juta dan pengungsi Siria berjumlah 1,5 juta) mempengaruhi pelayanan mahasiswa di Libanon. Donatur dan pelayanan gereja sedang mendukung pelayanan terhadap para pengungsi. Saya juga sudah terlibat selama 4 tahun. Mereka membutuhkan bantuan kami dan Tuhan melakukan begitu banyak hal besar. Banyak dari mereka yang berjumpa dengan Kristus. Akan tetapi, pelayanan terhadap orang Libanon sendiri menurun. LIVF sendiri mencoba untuk memilih tema-tema yang topikal dan relevan untuk dipelajari dalam terang Firman Tuhan. Doakan agar Tuhan memakai kami di tengah lingkungan yang sedang menderita dan kami bisa menjadi terang bagi saudara-saudara ‘sepupu’ disini. Doakan agar kami dapat merintis lebih banyak persekutuan di kampus-kampus. Doakan agar Tuhan menyertai dan melindungi Libanon serta daerah-daerah di sekitarnya"


AFRICA FRANCOPHONE
Owendpanga - UGBB Burkina Faso

"Saya datang dari Ouahigouya. Di negara kami, orang Kristen dapat ditemukan dimana saja, tetapi daerah tempat saya tinggal di daerah utara lebih sulit. Hanya ada 3% orang Kristen dan selebihnya adalah agama ‘sepupu’. Kekristenan disana tidak sepopuler agama ‘sepupu’. Tuhan mengijinkan kami dapat melakukan aktivitas seperti pendalaman Alkitab, penginjilan persahabatan (friendship evangelism), dan sebagainya. Kami percaya Tuhan sedang memegang kendali dan bagian kami adalah terus berjuang. Tantangan kami saat ini adalah kesulitan untuk memobilisasi sumber daya dan membuat orang-orang menangkap visi gerakan ini secara holistik. Doakan kami agar semua mahasiswa Kristen dapat terlibat dan terus menghidupi Injil dalam hati mereka"


ENGLISH AND PORTUGUESE SPEAKING AFRICA
Abel - ABEMO Mozambique

"Mozambik memiliki 50% orang Kristen dalam populasi penduduknya, akan tetapi pengaruh tradisional masih kuat. Banyak orang yang melihat gereja sebagai tempat pengungsian untuk setiap permasalahannya. Di kampus, Tuhan dianggap mati atau sudah tidak berdampak dalam hidup manusia. Kami mengadakan debat untuk membahas permasalahan-permasalahan tersebut dan hal ini membawa dampak yang besar. Saya bersyukur kepada Tuhan karena Dia mau memakai saya untuk berapologetika di ruang kelas walaupun beresiko dengan perkuliahan saya. Tetap berintegritas saat yang lain menyontek ketika ujian, menolak pesta-pesta tidak benar, selalu berkata jujur kepada teman dan dosen walaupun teman kita menyuruh berbohong -- sebagai ketua kelas, saya memberikan pengaruh-pengaruh tersebut. Tantangan besar kami adalah menjadi serupa Kristus di kampus. Doakan agar mahasiswa tidak bersikap munafik sehingga Kristus dapat dilihat dalam diri setiap mahasiswa Kristen dan mereka tidak takut untuk mempertanggungjawabkan iman mereka di kampus walaupun sulit"


EURASIA
Giorgi - SKSK Georgia

"Saya adalah mahasiswa jurusan hukum dan melayani sebagai pemimpin ibadah di SKSK Tbilisi. Negara saya tidak terlalu terbuka terhadap Kekristenan, tetapi juga tidak terlalu tertutup. Tuhan menyentuh mahasiswa-mahasiswa Kristen di kampus kami melalui minggu misi di Tbilisi pada bulan Mei yang lalu dengan tema “Googling God“ Akhirnya, beberapa mahasiswa semakin dekat dengan Tuhan. Doakan agar kami memiliki pemahaman lebih tentang hati dan kasih Allah. Doakan juga agar kami semakin haus akan Tuhan dan bertumbuh dalam Roh Kudus"


EUROPE
Agnes - OSM Austria

"Saya adalah mahasiswi jurusan Seni Tari Kontemporer dan sedang memimpin misi dan penginjilan di OSM Austria. Orang-orang Austria menganggap Kekristenan itu membosankan dan tidak relevan. Dalam persekutuan kami yang berjumlah 15-20 mahasiswa, saya menikmati keragaman kami dalam bidang ilmu yang berbeda-beda. Saya melihat kerinduan kepada Allah dinyatakan dalam bidang musik, seni, dan sains. Doakan pertumbuhan dan perkembangan persekutuan kami (baik individu maupun bersama-sama), juga orang-orang Kristen yang masih belum mengetahui persekutuan kami agar dapat bergabung bersama kami. Doakan agar ada kesempatan untuk mengadakan ibadah di kampus musik, ceramah di kampus sains, dan malam doa yang akan kami adakan"


NORTH AMERICA
Laura - IVCF Canada Student Group

"Banyak orang di Kanada memiliki stereotipe negatif tentang orang-orang Kristen. Misalnya, fundamentalis, munafik, berpikiran tertutup, tidak berpendidikan, haters, suka menghakimi, apatis. Saya senang persekutuan kami bertumbuh (tidak hanya dalam angka, tetapi juga komitmen kepada satu sama lain), dan bahwa kami berbeda-beda (anggota kami terdiri dari 6 negara ketika 10 dari kami bertemu untuk makan bersama). Saya senang dalam fakultas kami yang berbeda-beda, kami memberitakan Kerajaan Allah dengan cara yang berbeda-beda pula, menjelajahi dan meneliti hal-hal untuk kemuliaan Tuhan -- musik, kedokteran, sains, statistik, dan sebagainya. Sayangnya, orang-orang Kristen di kampus tidak berani untuk menyatakan integritas. Doakan agar kami terus bertumbuh dan berani menjangkau orang-orang di lab dan fakultas kami"


AMERIKA LATIN
Ana Clara - ABUB Brazil Student Group

"Saya adalah mahasiswi jurusan Psikologi dan ketua persekutuan ABU Lavras. Kami memiliki 17 mahasiswa aktif di persekutuan UFLA dan UNILAVRAS. Kekristenan diterima secara umum di Brazil, tetapi negara kami menganggapnya sebagai sesuatu yang sekuler. Persekutuan kami bertumbuh sebagai kesatuan tubuh Kristus dan kami berharap agar benih-benih kami tabur di antara teman-teman yang belum percaya dapat bertumbuh suatu hari nanti. Doakan agar persekutuan lokal kami semakin kuat dan dapat membangun kota kami. Doakan agar kelompok pendalaman Alkitab kami dapat berdampak bagi banyak orang di banyak universitas, bukan hanya kepada sesama orang Kristen. Doakan agar persekutuan kami dapat belajar untuk meninggalkan ‘sarang’nya dan semakin aktif menjangkau di universitas"


CARRIBEAN
Kamau - UCCF Antigua

"Saya adalah staf di UCCF Antigua. Negara kami adalah negara yang sangat religius. Kami bersyukur untuk mahasiswa kami yang begitu bersemangat dan penuh kasih dalam persekutuan. Berani untuk menyatakan iman adalah tantangan kami di kampus. Doakan agar kami dapat lebih berani dan mampu menerobos pemikiran yang religius di kampus kami"