Sharing Syukur KMSBS IX

Tema besar KMSBS (Kamp Mahasiswa Sumatera Bagian Selatan) IX tahun ini adalah “Faithful and Fruitful”. Tema ini membahas mengenai bagaimana menjadi murid yang setia tinggal di dalam Yesus dan menghasilkan buah yang lebat. Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Pembicara utama dari KMSBS ini adalah Pdt. Erick Sudharma. Kiranya melalui setiap sesi yang diadakan, pemuridan boleh semakin luas dikerjakan dengan penuh sukacita dan sepenuh hati dengan kembali meneladani Yesus, sang teladan agung dalam memuridkan. Dalam KMSBS IX ini, kami memahami bahwa kita semua adalah bagian dari rencana agung-Nya untuk terus menjadi murid yang setia dan berbuah. Kami seluruh panitia pelaksana sungguh rindu menjadi orang-orang yang Allah pakai
agar semakin banyak mahasiswa, murid-murid Tuhan yang terus melekat pada Sang pokok anggur dan setia untuk diutus bersama-sama mengerjakan misi-Nya.

Kami juga sangat bersyukur untuk penyertaan Tuhan yang luar biasa yang kami rasakan selama proses kepanitiaan KMSBS ini berlangsung. Saat ini kondisi keuangan kepanitiaan KMSBS telah tercukupi dan akan ditabung untuk kepanitiaan KMSBS berikutnya. Doakan kepanitiaan KMSBS X yang akan dikerjakan oleh teman-teman dari Jambi di 2 tahun mendatang.

Atas nama panitia pelaksana, kami juga sungguh bersyukur untuk semua pihak baik pribadi, gereja, dan lembaga yang membantu hingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Segala hal yang dibutuhkan dari awal hingga akhir acara telah dicukupkan pada waktunya. Bersyukur untuk seluruh BPC dan semua staf yang terus setia mendukung dalam berbagai hal, serta Perkantas Sumbagsel dan Jakarta, para pembicara yang mensupport penuh sesi demi sesi. Hanya kepada Allah saja segala kemuliaan.

Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan! (Hari 31)

Baca: Galatia 2:19-21

Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan!

Temen-temen, pernah dengar lirik lagu ini: “Hidupku bukannya aku lagi tapi Yesus dalamku. Hidupku bukannya aku lagi tapi Yesus dalamku.Yesus! Hidup! Yesus hidup dalamku. Hidupku bukannya aku lagi tapi Yesus dalamku”?. Pembacaan Alkitab yang kita baca hari ini mirip dengan lagu tersebut. Hidup kita saat ini adalah hidup baru. Hidup oleh iman didalam Yesus. Dia didalam kita dan kita didalam Dia.

Perlu kita ketahui, bahwa sebelum dipanggil Tuhan Yesus, Paulus adalah seseorang yang mati-matian membela hukum Taurat bahkan mencari Yesus untuk dibunuh. Tapi setelah Paulus kenal Yesus, Paulus sadar kalau hukum Taurat sama sekali tidak mendatangkan keselamatan. Keselamatan hanya dapat terjadi melalui Kristus. Kristus merupakan wakil Paulus dalam kematian terhadap hukum Taurat tersebut. Hasilnya adalah sebuah hidup yang baru untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus (ay.19). Kematian ini menghasilkan hidup, suatu hidup yang sama sekali baru; Kristus yang hidup itu sendiri yang berdiam di dalam diri orang yang sudah ditebus. Hidup yang baru dijalani berlandaskan prinsip iman kepada Kristus bukan berlandaskan prinsip ketaatan pada hukum.

Seiring berjalannya waktu, kita akan bertambah usia. Namun apakah pertambahan usia itu juga menjamin kedewasaan rohani kita semakin bertumbuh serta ada perubahan hidup? Nah, belum tentu. Tapi perlu kita ketahui, semakin dewasa dalam spritualitas dan hidup oleh iman, ini berarti Yesus menjadi pusat kehidupan kita. Bukan diri kita lagi. So guys, pada akhirnya kita perlu memilih, mau atau tidak kita bertumbuh kearah keserupaan akan Kristus? Ingatlah bahwa tua itu pasti, dewasa itu pilihan! Menjadi dewasa rohani itu dapat kita pilih dan kita jalani didalam anugerah dari Allah.

Yesus sebagai pusat dalam segala aspek kehidupan: sekolah, pergaulan, keluarga, dan berbagai aktifitas lainnya. Sudahkah Yesus hidup didalammu? Sudahkah Yesus menjadi pusat dalam hidupmu? Yuk, kita jalani hidup kita dengan hidup oleh iman didalam Kristus Yesus, Juruselamat kita. Selamat menjadi dewasa.

Hidupku bukannya aku lagi, tapi YESUS dalamku!  Christ is Enough for Me!

C.I.N.T.A (Hari 30)

Baca: Hosea 10:9-15

C.I.N.T.A

Guys, tahukah kamu bahwa kitab Hosea dalam Perjanjian Lama merupakan suatu kisah tentang kasih setia Allah bagi umat-Nya yang tidak setia. Tuhan memerintahkan Hosea untuk menikahi seorang wanita yang akan melanggar ikrar pernikahannya dan mendatangkan dukacita bagi Hosea. Setelah ia meninggalkan Hosea dan hidup bersama pria lain, Tuhan menyuruh Hosea untuk membawa kembali istrinya itu dengan cara menebusnya dari lelang pasar. Inilah gambaran sebagaimana “Tuhan juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain.”

Kemudian Hosea dipanggil untuk mengatakan kepada bangsa Israel oleh karena pemberontakan mereka terhadap Tuhan, mereka akan dbawa sebagai tawanan oleh suatu bangsa asing (ay.14). Namun ditengah dosa dan penghukuman mereka, anugerah Allah kepada umat-Nya tidak pernah surut (ay.12). Sekalipun kita telah “membajak kefasikan” dan “menuai kecurangan” Allah tidak pernah berhenti mengasihi kita. Kasih-Nya tak pernah berakhir bagi kita.

Berbicara soal cinta / kasih, seringkali kita sebagai remaja sangat merindukan cinta dari lawan jenis dan jika tidak mendapatkannya kita merasa kesepian. Bahkan tidak jarang terpikir untuk bunuh diri karena gagal cinta. Nah teman-teman, apapun situasi kita hari ini, kita dapat datang kepada Tuhan dan menerima pengampunan untuk memulai suatu langkah hidup yang baru. Kasih-Nya tiada habis bagi kita. Kasih-Nya sejati! Jangan melarikan diri dari Tuhan bahkan merasa tidak ada satupun orang yang mencintamu. Tuhan sudah melakukan semuanya untuk kamu. Yuk kita mengucap syukur atas kasih-Nya yang melampaui segala pengetahuan.

Kasih yang sejati hanya ada didalam KRISTUS. Hal itu sudah ditunjukkan melalui salib. Apa tindakan konkrit yang akan kamu lakukan untuk menunjukkan kasihmu kepada-Nya?

Sharing Peserta Kamp Pengutusan Siswa (KPu) 2017

“Setelah meninggalkan bangku SMA, apakah kamu akan terus ikut persekutuan yang telah Tuhan sediakan? Tentu aku mau! Kenapa? Padahal waktu SMA udah tiga tahun pelayanan. Persekutuan mahasiswa paling isi Firmannya udah pernah gue denger waktu SMA, cuma diulang-ulang! Tapi aku belajar bahwa pemuridan itu dilakukan seumur hidup. Dengan terus menghadiri persekutuan, imanmu akan terus terjaga kuat dan hubunganmu dengan Tuhan dan sesama semakin erat. Kehadiran Allah adalah segalanya bagiku, aku tidak akan meninggalkan pelayanan. Bukan pelayanan yang membutuhkanku, tetapi akulah yang membutuhkan
pelayanan. We are ON MISSION from God” - Celline, SMA 90 Jakarta Selatan

“Belajar dari kisah Yusuf membuatku tersadar bahwa penderitaanku selama ini dipakai Allah untuk membentuk diriku sesuai dengan apa yang Allah inginkan untuk visi dan misiNya. Tanpa kusadari, selama ini penyertaan dan pimpinan Allah nyata dalam hidupku. Allah selalu hadir di setiap saat aku bergumul akan pilihan hidupku, akan panggilanNya, bahkan di saat aku berpikir bahwa Allah tidak peduli. Terima kasih Yusuf atas kisah hidupmu yang menginspirasiku!” - Michiella, SMA 78 Jakarta Barat

“Aku menikmati kisah Yusuf dimana Allah merancang hidup Yusuf sangat luar biasa demi menggenapi rencana-Nya. Yang luar biasa lagi Yusuf di dalam caranya Allah dibentuk dengan dibuang, dijual, difitnah dan dipenjara tetapi Yusuf tetap setia kepada Allah. Hingga akhir hayatnya pun Yusuf tetap setia berjalan bersama Allah. Mungkin kebanyakan orang akan meninggalkan Allah jika diberikan hal hal seperti Yusuf tapi Yusuf memberikan teladan dalam kondisi apapun, suka ataupun duka tetap berjalan bersama Allah. Mari Berjalan bersama Allah dalam menggenapi rencanaNya untuk kita, keluarga kita, Indonesia dan juga dunia” - Daniel, SMA 39 Jakarta Timur 2

Menjadi Terang Dunia (Hari 29)

Baca: Matius 5:13-16

Menjadi Terang Dunia

Pernahkah teman-teman berada disebuah ruangan yang sangat gelap? Benar-benar sulit untuk melihat, bahkan tangan sendiripun tidak dapat kita lihat? Nah, kira-kira bagaimana rasanya ya? Pasti tidak akan enak jika kita berada diruangan yang begitu gelap, apalagi kita sendirian. Hal yang akan cepat kita lakukan ialah mencari penerang, minimal ada lilin. Sekarang bayangkan bahwa ruangan gelap itu merupakan gambaran dunia ini. Gambaran dunia disekitar kamu. Sangat gelap, dan itu berarti akan banyak yang kehilangan arah dan mudah tersesat. Lalu, bagaimana menyalakan ‘lilin’ bagi dunia ini sehingga dunia sekitar kita tidak menjadi semakin gelap dan tersesat?

Firman Tuhan yang kita baca jelas menegaskan: siapapun kita, dan dalam kondisi apapun, kita dipanggil Tuhan dengan seruan “Kamu adalah terang dunia”. Kata ‘kamu’ merujuk kepada kita semua sebagai pengikut-Nya. Menjadi terang dunia berarti hidup seturut dengan standar Tuhan. Hidup dengan identitas, fungsi, dan peran yang Tuhan kehendaki, dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada.

Mari kita refleksikan secara pribadi dihadapan Tuhan. Apakah kita sebagai siswa sudah menjadi terang bagi sesama kita? sudahkah meninggalkan contek & memberi contekkan, pornografi, perkataan kasar, kemalasan, dan hal-hal lain yang tidak baik? Yuk terangi sekitar kita yang sudah semakin gelap ini. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk menjadi terang bagi sekitar kita.

Ketika dunia ini gelapjangan salahkan kegelapannya. Tapi tanyakan dimana terangnya!

GOALS (Hari 28)

Baca: Kolose 1:9-14

GOALS

Masih ingat dengan tema Kebaktian Kebangunan Rohani Siswa (KKRS) 2017? Yup, temanya seperti judul renungan kita hari ini. GOALS. God is the Absolute Satisfaction. Nah pikirkan sebentar yuk, hal-hal apa saja nih yang sudah kamu lakukan, sebagai seorang siswa, sebagai wujud kamu menjadikan Allah satu-satunya kepuasan dalam hidupmu?

Nah teman-teman, belajar dari perikop yang kita baca ini bisa kita lihat bahwa hal terpenting bagi seorang Rasul Paulus, adalah jemaat Kolose dapat hidup dengan mengetahui kehendak Tuhan. Dalam mencari kehendak Tuhan, kita perlu fokus kepada Allah bukan diri kita. Menjalin erat relasi kita dengan Tuhan dan menjadikan Dia satu-satunya pemuas hidup kita, bukan yang lain. Karena Kristuslah yang telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa (ayat 13-14). Ketika kita sudah menjadikan Kristus satu-satunya sang pemuas hati kita, kerinduan terbesar kita ialah ingin semakin mengenal dan terus mencari Allah dan kehendak-Nya.

Sebagai seorang siswa, apakah dalam mengetahui dan mencari kehendak Allah, kamu sudah menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya pribadi yang dapat memuaskan hatimu? Yuk, mengingat kembali komitmenmu dalam ibadah KKRS bulan Maret lalu, apa yang masih sulit ditinggalkan? Maukah kamu kembali berkomitmen menjadikan Tuhan satu-satunya pribadi yang memuaskan hatimu? Kiranya Tuhanlah yang terus bertahta dihati, sehingga kamu dapat mengerti mana kehendak Allah untuk kamu kerjakan.

Let us know Thy will, because God is the Absolute Satisfaction!