Mengingat Kasih Setia Allah

Bangsa Israel telah mengalami kebaikan Allah, bahkan bukan sekedar kebaikan tetapi mujizat. Salah satu mujizat itu adalah mereka dapat menyebrangi Sungai Yordan yang kondisi airnya sangat deras, Ia sanggup menghentikan air yang deras agar bangsa Israel dapat menyeberanginya. Namun menarik, setelah peristiwa tersebut Allah tidak memerintahkan mereka untuk langsung melanjutkan perjalanan melainkan membentuk batu peringatan.

Dalam Yosua 4, Allah memerintahkan mereka untuk mengangkat batu sesuai jumlah suku dan meletakkannya di tengah-tengah Sungai Yordan untuk menjadi batu peringatan, “Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: ‘Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini? maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! — sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang, supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu.” – Yosua 4:21-24.

“Melupakan kebaikan Allah adalah musuh dari Iman”

Mengapa batu peringatan penting? Saya pernah menemukan sebuah quote yang mengatakan, “Melupakan kebaikan Allah adalah musuh dari Iman”. Menurut saya hal ini sangatlah tepat, kita harus selalu mengingat setiap kebaikan Allah. Bukan suatu kebetulan Allah memberikan berbagai kebaikan di sepanjang perjalanan hidup kita, tetapi Allah ingin pengalaman tersebut menjadi pendorong dan penyemangat dalam kehidupan kita ke depan terutama ketika dalam keadaan penuh dengan tantangan dan kesulitan. Mengingat kasih setia Allah juga membuat kita dapat menaikkan penyembahan dan syukur yang murni dan dalam kepada Allah betapa kasih-Nya sungguh nyata di tengah-tengah dunia ini.

Tidak hanya bangsa Israel yang mengalami kebaikan Allah, IFES (International Fellowship of Evangelical Students) juga mengalami kebaikan Allah. Salah satu kebaikan Allah yang patut juga kita ingat adalah lahirnya IFES pada tahun 1947 di Harvard University, Amerika Serikat. Tidak ada yang menyangka jika pelayanan mahasiswa yang didirikan oleh 10 gerakan pelayanan mahasiswa kini telah berkembang hingga terdapat di 160 negara, termasuk di Indonesia yang secara resmi bergabung pada tahun 2003 dengan nama PERKANTAS (Persekutuan Kristen Antar Universitas). Perkantas sendiri adalah buah pelayanan dari tiga orang mahasiswa yang menikmati IFES - Australia (AFES) saat berkuliah di sana, yaitu Jonathan Parapak, Jimmy Kuswadi, dan (Alm.) Soen Siregar yang kemudian merintis pelayanan Perkantas di Indonesia pada tahun 1960-an.

Kebaikan Allah juga dirasakan oleh IFES (International Fellowship of Evangelical Students) dan Perkantas Indonesia

Tidak sampai di situ, kebaikan Allah juga nyata melalui dukungan beberapa orang dari berbagai negara. Hal tersebut terdapat dalam artikel yang ditulis oleh Sutrisna Harjanto, Staf Senior Perkantas, dalam Oratio edisi Maret 2006, yang mengatakan: “Para staf IFES dari beberapa negara tetangga secara teratur mengunjungi Indonesia untuk bersekutu, berdoa bersama, dan memberi pembinaan-pembinaan. Nama-nama seperti Chua Wee Hian, Ada Lum, dan Ellie Lau menjadi akrab di telinga generasi terdahulu karena mereka berulang kali berkunjung ke Indonesia untuk memberi dukungan moral bagi perintisan pelayanan di Indonesia. Selanjutnya dalam masa pertumbuhan pelayanan Perkantas pada dekade-dekade berikutnya, nama beberapa Regional Secretary IFES East Asia seperti Bell Magalith, Koiichi Ottawa, dan Gideon Yung bukan nama yang asing bagi banyak staf dan pengurus pelayanan Perkantas karena mereka berulang kali datang untuk bersekutu, berbagi, dan menyampaikan pembinaan bagi staf, pengurus, dan mahasiswa”

Pelayanan yang tadinya hanya berfokus pada pelayanan mahasiswa, sekarang pun telah berkembang sehingga di beberapa negara juga terdapat pelayanan siswa dan Pelayanan Alumni. Injil semakin luas diberitakan di seluruh dunia, bahkan mungkin kita juga adalah salah satu orang yang mengenal Tuhan Yesus Kristus karena Ia memakai pelayanan IFES atau Perkantas Indonesia untuk membawa mengenal Injil keselamatan.

Kiranya Allah terus memakai IFES di seluruh dunia menjadi alat yang efektif dalam mengabarkan kabar baik itu.

Mungkin kita tidak memiliki batu peringatan secara harafiah seperti bangsa Israel, namun untuk mengingat kebaikan Allah tersebut IFES memiliki salah satu momen tahunan yang bernama World Student Day. World Student Day adalah acara tahunan yang mempersatukan seluruh gerakkan pelayanan IFES (siswa, mahasiswa, staf, dan orang-orang yang mendukung) di seluruh dunia setiap hari Jumat ketiga bulan Oktober. Tujuannya adalah untuk merayakan apa yang telah Allah kerjakan melalui IFES serta saling mendoakan antar-negara apa yang menjadi kebutuhan dan tantangan ke depan. Tentu ini adalah momen yang indah karena kita bisa mengingat kasih setia Allah dan mendoakan gerakan pelayanan IFES di negara-negara lain. Jadi mari kita rayakan momen ini dan juga doakan agar Injil juga sampai kepada banyak orang lainnya di dunia terutama mereka yang berada di negara-negara yang sulit. Kiranya Allah terus memakai IFES di seluruh dunia menjadi alat yang efektif dalam mengabarkan kabar baik itu. Soli Deo Gloria!

Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar” - Yesaya 63:7