Sharing Pelayanan Perkantas Jambi

Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku, kepadaNya hatiku percaya. (Mazmur 28:7a)

Ayat ini menjadi cerminan pengharapan, secara khusus bagi pelayanan Perkantas di kota Jambi. Syukur atas anugerah Tuhan yang telah menolong setiap pribadi yang terlibat dalam beberapa kegiatan yang terlaksana sepanjang bulan Oktober 2017.

SEMINAR KEBANGSAAN

Untuk memperlengkapi para pemuda dan remaja Kristen dalam hal wawasan kebangsaan, Perkantas Jambi mengadakan Seminar Kebangsaan pada tanggal 12 Oktober 2017 dengan tema: Bagimu Negeri, Jiwa dan Raga Kami. Seminar ini dipandu oleh dua pemateri yaitu Alex Nanlohy (Staf Perkantas Jakarta) dan Samuel Tumanggor. Bertempat di Aula Hotel Luminor-Kota Jambi, seminar ini dihadiri oleh 232 orang yang berasal dari utusan pelayanan kaum muda dari berbagai gereja, pengurus persekutuan kampus dan sekolah, pengurus lembaga pelayanan, dan alumni binaan Perkantas. Sangat bersyukur melihat antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Mari doakan, agar hal-hal penting mengenai peran pemuda dan remaja Kristen bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dapat diaplikasikan dalam kehidupan masing-masing peserta, sesuai dengan konteks dan panggilan hidup yang dijalani.

KKR SISWA MAHASISWA

Masih bertempat di Aula Hotel Luminor, keesokan harinya yaitu pada tanggal 13 Oktober 2017, Perkantas Jambi mengadakan KKR Siswa Mahasiswa, dengan tema PATH (Pastikan Aku Tujuan Hidupmu), dengan pembicara Alex Nanlohy. Ibadah ini dihadiri oleh ± 400 orang yang berasal dari berbagai kampus dan sekolah dan didominasi oleh siswa dan mahasiswa baru. Syukur kepada Tuhan, banyak siswa dan mahasiswa memberi diri untuk berkomitmen menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat secara pribadi dan bersedia di follow up dalam kelompok kecil dan persekutuan. Mohon doakan bagi TPS dan pengurus komponen mahasiswa, serta para CPKK yang akan memimpin KK yang baru, kiranya dalam anugerah Tuhan dapat dimampukan dan setia dalam pelayanan pemuridan.

PEMBANGUNAN RUMAH PERSEKUTUAN PERKANTAS JAMBI

Bersyukur untuk proses pembangunan rumah persekutuan Perkantas Jambi yang dapat berjalan sampai dengan saat ini, untuk para donatur yang telah mendukung, koordinasi BPP dan Tim Rumah Persekutuan dalam pengerjaan rumah persekutuan, dan setiap pribadi yang Tuhan pakai untuk mendukung pembangunan. Saat ini pembangunan rumah persekutuan telah sampai pada tahap pengecatan, mohon doakan untuk kecukupan dana yang dibutuhkan dalam proses selanjutnya yaitu: pembuatan dek, lantai, pemasangan kusen alumunium, pemasangan instalasi listrik, dan partisi ruangan kedap suara, serta kecukupan dana untuk membayar cicilan tanah per bulan. Kiranya tangan Allah yang Maha Murah menganugerahkan kecukupan untuk dapat menyelesaikan pembangunan rumah persekutuan perkantas Jambi.

Bersyukur untuk GMI (Gereja Methodist Indonesia) Moria kota Jambi yang memberi tempat persekutuan sementara bagi Persekutuan Mahasiswa dan beberapa sekolah yang terbuka sebagai tempat persekutuan siswa, juga alumni yang memberi tempat sementara bagi persekutuan bulanan alumni di saat rumah persekutuan belum selesai. Mohon doakan agar situasi ini tetap membuat para pengurus komponen bersemangat mengerjakan pelayanan dan koordinasi pelayanan tetap terjaga dengan baik.

Sharing Peserta KPM 2017


“Aku sangat bersyukur ikut KPM. Awalnya sih emang udah bertekad pengen ikut, tapi di tengah-tengah aku ragu karena masalah biaya. Tapi, Tuhan berkehendak lain dan ngasih kesempatan. Firman yang paling diingatkan adalah kita sebagai anak Tuhan diperintahkan untuk mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa ini, intinya di mana pun kita berada hendaknya menghadirkan kerajaan Allah. Selain itu, Tuhan semakin mengingatkan aku supaya membuka mata dan membuka hati akan kondisi bangsa bahkan dunia yang kita tinggalin, dan pikirkan apa yang bisa aku lakukan sebagai anak Tuhan. Aku semakin dikuatkan juga untuk melakukan pengabdian masyarakat ke daerah, mungkin entah 1-2 tahun. Fellowship dengan teman sekelompok dan sekamar juga luar biasa, apalagi mendengarkan sharing kehidupan dan pergumulan mereka. Aku merasa gak sendiri.” (Bellini Simangunsong, FKM UI, 2013)


"Banyak hal baru yang aku dapet dari kamp ini. Aku bener-bener dibukakan arti sebenarnya dari keadilan, 'mispat' yang artinya orang-orang lemah atau yang tidak berkutik agar dapat disejahterakan. Dari sini aja udah mengubah banyak dari mindset lamaku tentang keadilan. Bersyukur juga dari small group selama 4 hari kemarin yang sangat memberkati karena selain sharing, juga saling menguatkan. Setiap sesi di retret kemarin membantu aku untuk tetap terus berharap pada Tuhan dan bahwa ke depannya Tuhan juga yang akan terus menuntun aku dalam panggilan hidup juga untuk terus taat waktu Tuhan yang suruh aku harus kemana atau ngapain.

Hal yang paling berkesan buat aku adalah waktu pak Erick nunjukin lirik lagu "Memandang Salib Rajaku" yang bait terakhir. Hal itu sangat menegur aku, bahwa kalau aku yang mempunyai jagad raya dan kuserahkan pada Tuhan pun, itu gak cukup, yang diminta Tuhan adalah diriku sendiri." (Anneke Dwi Sesarika, Binus, 2013)


“Allah menangkapku lewat KPM. Sebelum mengikuti KPM, orientasiku untuk mencari kerja adalah berdasarkan gaji dan status perusahaan. Aku disadarkan melalui KPM ini bahwa panggilan luhur kita adalah membawa justice/keadilan (mensejahterahkan orang lemah). Belajar dari eksposisi syair Hamba dari Kitab Yesaya membuatku semakin menghayati teladan Hamba Yang Sempurna yaitu Yesus Kristus. Kita dipilih oleh Tuhan sebelum dunia dijadikan. Seminar/pleno dalam KPM menyadarkanku bagaimana kondisi Indonesia saat ini, membuatku semakin terbeban untuk membangun Indonesia. Selanjutnya, di KPM ini juga ada kapita selekta profesi dan non-profesi, Hal ini mengajarkanku tentang Christian World View dalam dunia teknik (hal yang dibukakan adalah pembangunan menara Babel) Dan bukan hanya itu saja aku juga diajarkan untuk mengambil kegiatan misi yaitu, Pompa Ponggah. Semakin menyadari menjadi alumni yang Tsadaqim itu bukan hanya menyumbangkan dana ke kegiatan sosial, tetapi juga mau terjun ke masyarakat. Aku juga mendapatkan kelompok sharing yang berasal dari aneka ragam kampus, dimana kami boleh saling menguatkan dan membantu satu sama lain dalam meneguhkan panggilan Kami. Sungguh, KPM ini mengajarkanku bagaimana aku hidup diciptakan oleh Tuhan, bagi Tuhan, dan untuk Tuhan. Biarlah melalui KPM ini dan KPM selanjutnya semakin banyak alumni-alumni PMK yang berjuang untuk membawa kedamaian bagi dunia.” (Talenta Amelia, PNJ, 2014)


“‌Teramat bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan yang boleh ada hingga saya dapat mengikuti Kamp Pengutusan Mahasiswa (KPM) 2017. Thanks juga buat para panitia yang dengan amat sangat awesome mengerjakannya! Semua sesi yang diikuti, kapsel yang dijalani hingga pertemuan small group yang hangat semakin membuat saya semakin mengerti, serta meneguhkan realita yang akan kita hadapi sebagai seorang Kristen untuk siap berkontribusi menciptakan keadilan sosial bagi keluarga, masyarakat hingga bangsa dan negara tanpa dibatasi unsur SARA. Berfokus pada proses dan tanggung jawab kita, dan Tuhanlah yang berkuasa atas hasilnya. Just do our best then let God do the rest. Hidupmu adalah kitab terbuka yang dibaca sesamamu, apakah tiap pembacanya melihat Yesus dalammu? Mari kita penuhi panggilan-Nya hingga beria-rialah bangsa kita, Indonesia!" (Gita Buana Halim, Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Tanjungpura, Pontianak, 2013)


“Syair hamba dalam kitab Yesaya yang dibukakan dalam Kamp ini begitu menggugah, aku semakin kagum dan mengimani kekristenan, bersyukur karena Tuhan mau memilihku dalam misi agung ini, Tuhan mau berkenan kepadaku, dan Tuhan mengirim roh-Nya demi memampukan umat-Nya yang begini rapuh untuk mewujudkan shalom bagi umat manusia. Takut pada penderitaan badani adalah kebodohan. Jika permintaan ini tidak aku iyakan, aku akan rugi selama-lamanya! Mengenai fellowship, aku banyak dapat teman baru. Semuanya seru-seru, semuanya memiliki visi yang sama untuk berjuang. Aku juga terarahkan pada bidang vokasi yang sesuai dengan kapasitas diri dan dibutuhkan dunia, terutama itu memuliakan nama Tuhan. Saya merindukan semua mahasiswa Kristen untuk dapat membaca buku Kingdom Calling dan mengikuti kamp yang sangat bagus dan berbobot ini.” (Hendy Ceu Adinata, FH Universitas Tanjungpura, Pontianak, 2013)


“Sebenarnya aku tidak mau masuk jurusan kehutanan dan gak pernah terpikir ngambil jurusan ini. Aku juga gak menyadari maksud Tuhan kenapa aku ada di jurusan ini. Setelah menikmati Pause and Pondering, aku jadi sadar apa yang Tuhan kerjakan di sepanjang perkuliahanku sebagai mahasiswa Kehutanan dan kenapa Tuhan panggil aku untuk menikmati persekutuan. Di KPM ini, aku belajar tentang panggilan hidup sebagai rekan sekerja Allah yang harus membawa ‘shalom’ (misphat) di tengah-tengah vokasi yang akan aku geluti nantinya. Khususnya terkait dengan bagaimana bidang kehutanan ini bisa menghadirkan kerajaan Allah, bagaimana juga Allah yang menjadi orientasi dari panggilan hidup yang suci ini. Aku juga belajar bahwa seharusnya aku siap memberikan diriku sebagai respon keselamatan yang telah kuterima. Pada saat ibadah pengutusan, aku menikmati bagian Yesaya 55:8 (TB) “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” Hal ini yang meneguhkan aku untuk siap menjadi rekan sekerja Allah meski terkadang ketika memikirkan panggilan ini, rasanya berat dan menakutkan. Aku bersyukur bisa menikmati kebersamaan dan fellowship bersama teman-teman small group, kamar, dan lainnya. Kami bisa sharing dan saling menguatkan aku untuk menangkap dan memikirkan panggilan hidup yang akan aku nikmati nantinya. Aku banyak belajar ketika Tuhan bukakan dan kasih beban ini sehingga membuat aku tertantang dan memikirkan apa yang nantinya akan aku kerjakan dalam pekerjaanku. Semoga hidupku menjadi kitab yang terbuka dan mampu menghadirkan shalom nantinya.” (Melki Deus Purba, Universitas Jambi, 2013)

Sharing Peserta KTA XII

 

“KTA tidak pernah membuat kami bosan, tapi memperdalam keinginan dan kesadaran kami akan pentingnya persekutuan Kristen. Pertemuan dengan teman-teman alumni menjadi pengalaman untuk menyaksikan cinta kasih dan pemeliharaan Tuhan bagi persekutuan mahasiswa dan alumni. Melihat bagaimana teman-teman yang dulu aktif melayani dan bersekutu, sekarang sudah menjadi keluarga alumni yang tetap memiliki kehausan untuk menikmati firman dan persekutuan. Acara anak-anak yang mendidik, sesi firman dan sharing pengalaman alumni, free time untuk alumni mengobrol secara informal, membuat KTA menjadi momen retret yang baik secara rohani maupun jasmani. Pertemuan dengan alumni muda, madya, dan senior memperkaya interaksi antara alumni sekaligus memotivasi saya dan suami untuk makin sungguh-sungguh serupa dengan-Nya. Sekolah minggu merupakan momen yang sangat menggembirakan untuk anak-anak, mereka dapat bebas bergerak, bermain, belajar mandiri, berbagi, dan yang paling penting menikmati Tuhan melalui cerita dan puji-pujian. Kiranya melalui KTA, setiap tahun semakin banyak alumni yang dikuatkan untuk tetap hidup dalam Tuhan dan menjadi berkat.” - Restaria Hutabarat (FH UI 2000)

“Melalui khotbah pembicara dan sharing alumni di KTA XII, saya sungguh melihat bahwa kesetiaan mengikut Tuhan bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Namun, hanya itu satu-satunya cara untuk bisa menikmati sukacita sejati ketika menjadi seorang alumni. Salah satu pesan yang masih teringat adalah perkataan Pdt. Rahmiati Tanudjaja di sesi II: “Kalau mau ikut Tuhan, ikutlah dengan serius. Kalau ngga mau ikut, Tuhan juga bisa pakai orang lain”. More Like The Master bukan hanya tema KTA, namun itulah jati diri dari mereka yang menyebut dirinya, murid.” - Erns Saptenno (STAN 2004)

“Kami (saya dan keluarga) sangat senang karena dapat mengikuti KTA XII. Di acara tahun ini, kami mendapatkan ‘makanan’ yang berbeda dari tahun sebelumnya. Kami diingatkan tentang kecenderungan manusia untuk lebih mencari kepuasan diri sendiri daripada melayani Tuhan. Seolah-olah kita cari Tuhan, padahal cari kepuasan diri sendiri. Tiap tahun KTA selalu menjadi kerinduan kami sekeluarga. Terlebih lagi anak-anak. Mereka senang mendapat teman baru dan Firman Tuhan di KTA. Kami juga senang dapat bertemu dan berbagi dengan wajah-wajah baru dan ‘pemain lama’. Pesan: jangan sampai tidak ikut KTA, anda rugi dunia dan akhirat.” - Mannix Damanik (FT UKI 1993)

Sharing Syukur KMSBS IX

Tema besar KMSBS (Kamp Mahasiswa Sumatera Bagian Selatan) IX tahun ini adalah “Faithful and Fruitful”. Tema ini membahas mengenai bagaimana menjadi murid yang setia tinggal di dalam Yesus dan menghasilkan buah yang lebat. Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Pembicara utama dari KMSBS ini adalah Pdt. Erick Sudharma. Kiranya melalui setiap sesi yang diadakan, pemuridan boleh semakin luas dikerjakan dengan penuh sukacita dan sepenuh hati dengan kembali meneladani Yesus, sang teladan agung dalam memuridkan. Dalam KMSBS IX ini, kami memahami bahwa kita semua adalah bagian dari rencana agung-Nya untuk terus menjadi murid yang setia dan berbuah. Kami seluruh panitia pelaksana sungguh rindu menjadi orang-orang yang Allah pakai
agar semakin banyak mahasiswa, murid-murid Tuhan yang terus melekat pada Sang pokok anggur dan setia untuk diutus bersama-sama mengerjakan misi-Nya.

Kami juga sangat bersyukur untuk penyertaan Tuhan yang luar biasa yang kami rasakan selama proses kepanitiaan KMSBS ini berlangsung. Saat ini kondisi keuangan kepanitiaan KMSBS telah tercukupi dan akan ditabung untuk kepanitiaan KMSBS berikutnya. Doakan kepanitiaan KMSBS X yang akan dikerjakan oleh teman-teman dari Jambi di 2 tahun mendatang.

Atas nama panitia pelaksana, kami juga sungguh bersyukur untuk semua pihak baik pribadi, gereja, dan lembaga yang membantu hingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Segala hal yang dibutuhkan dari awal hingga akhir acara telah dicukupkan pada waktunya. Bersyukur untuk seluruh BPC dan semua staf yang terus setia mendukung dalam berbagai hal, serta Perkantas Sumbagsel dan Jakarta, para pembicara yang mensupport penuh sesi demi sesi. Hanya kepada Allah saja segala kemuliaan.

Sharing Peserta Kamp Pengutusan Siswa (KPu) 2017

“Setelah meninggalkan bangku SMA, apakah kamu akan terus ikut persekutuan yang telah Tuhan sediakan? Tentu aku mau! Kenapa? Padahal waktu SMA udah tiga tahun pelayanan. Persekutuan mahasiswa paling isi Firmannya udah pernah gue denger waktu SMA, cuma diulang-ulang! Tapi aku belajar bahwa pemuridan itu dilakukan seumur hidup. Dengan terus menghadiri persekutuan, imanmu akan terus terjaga kuat dan hubunganmu dengan Tuhan dan sesama semakin erat. Kehadiran Allah adalah segalanya bagiku, aku tidak akan meninggalkan pelayanan. Bukan pelayanan yang membutuhkanku, tetapi akulah yang membutuhkan
pelayanan. We are ON MISSION from God” - Celline, SMA 90 Jakarta Selatan

“Belajar dari kisah Yusuf membuatku tersadar bahwa penderitaanku selama ini dipakai Allah untuk membentuk diriku sesuai dengan apa yang Allah inginkan untuk visi dan misiNya. Tanpa kusadari, selama ini penyertaan dan pimpinan Allah nyata dalam hidupku. Allah selalu hadir di setiap saat aku bergumul akan pilihan hidupku, akan panggilanNya, bahkan di saat aku berpikir bahwa Allah tidak peduli. Terima kasih Yusuf atas kisah hidupmu yang menginspirasiku!” - Michiella, SMA 78 Jakarta Barat

“Aku menikmati kisah Yusuf dimana Allah merancang hidup Yusuf sangat luar biasa demi menggenapi rencana-Nya. Yang luar biasa lagi Yusuf di dalam caranya Allah dibentuk dengan dibuang, dijual, difitnah dan dipenjara tetapi Yusuf tetap setia kepada Allah. Hingga akhir hayatnya pun Yusuf tetap setia berjalan bersama Allah. Mungkin kebanyakan orang akan meninggalkan Allah jika diberikan hal hal seperti Yusuf tapi Yusuf memberikan teladan dalam kondisi apapun, suka ataupun duka tetap berjalan bersama Allah. Mari Berjalan bersama Allah dalam menggenapi rencanaNya untuk kita, keluarga kita, Indonesia dan juga dunia” - Daniel, SMA 39 Jakarta Timur 2

Sharing Peserta KKRS 2017

Adakah hal khusus dari Khotbah yang Tuhan teguhkan?
Ada. Yang pertama tentang dosa, dosa bukan hanya melanggar perintah Allah, tapi juga menyakiti hati Allah, kurang ajar banget yah kita ciptaan tapi masih terus menyakiti hati Allah yang begitu baik dan mengasihi kita. Jadi ngebayangin perasaan Yesus di kayu salib, ketika sadar aku sedih banget. Rasa malu, rasa bersalah, kekosongan, ditolak, semua ditanggung sama Yesus demi dosa kita ditebus. Lalu gambar yang orang haus tapi minum air laut, menurutku itu ilustrasi yang sangat tepat menggambarkan bodohnya manusia. Membuang Allah lalu gantiin sama berhala, makanya makin nyari makin kosong, ga puas-puas. Terus sama ayat yang dibaca tadi di Kolose1:13-14, itu menegur juga.

Upah dosa sudah dikalahkan dengan kebangkitan Kristus, itu pengharapan kita ketika dicobai bisa menang. Terus aku terharu juga liat kakak-kakak yang ngarahin siswa sebanyak itu, mau kerja keras melayani siswa, aduh itu bener-bener sukacita melayani deh pasti, begitu besar juga dana buat KKRS ini, bersyukur mereka yang udah bertobat duluan bisa rindu siswa dengar Injil.

Terus terharu juga pas Bapak Mangapul cerita doain Bang Alex, memenangkan ribuan siswa demi kemuliaan Tuhan, liat semangat
Bang Alex khotbah, aku jadi sadar kalau untuk membawa orang kepada Kristus juga butuh belas kasih seperti hati Yesus. Doaku sekarang supaya siswa yang udah dengar berita Injil agar tetap mengikut Yesus dengan sepenuh hati, menjadi murid-Nya yang setia, mau terus menyelidiki aspek hidup mana yang belum ditundukkan kepada Ketuhanan Kristus, pasti akan besar sekali dampaknya kalau semakin banyak orang yang menghasilkan buah pertobatan.

Aku merenungkan hal ini juga, akar semua masalah di dunia ini memang karena dosa sih yah, dan manusia bisa hidup damai dengan Allah dan sesama hanya ketika mengalami pertobatan yang sejati, bersyukur juga temen-temen seusiaku bisa bertemu Yesus di masa remaja, biar ga jadi beban buat negara ini, karakternya makin dibentuk serupa dengan Kristus.

Apakah ada lagu yang berkesan di KKRS 2017?
Ada. Lagu Yang Terutama & Ku Sungguh Berharga.

Stephen Giovanni Walangare
SMAN 1 Depok, Kelas 11