Hari Doa IFES (World Student Day)


EAST ASIA
Natalie - FES Singapore

"Saya adalah mahasiswi jurusan Psikologi dan bagian dari Nanyang Technological University Christian Fellowship (NTU-CF) yang memiliki 226 jemaat. Singapura adalah negara yang multi-religius dan hidup dalam keharmonisan. NTU-CF telah mengobarkan visi di antara mahasiswa Kristen untuk menjadi garam dan terang di kampus. Hal ini telah menantang kami untuk memikirkannya dan bertindak atas ketidakadilan di sekeliling kami, untuk mengasihi sesama kami sebagai komunitas iman, untuk mencari Tuhan dengan mempelajari firman-Nya, dan merefleksikan kebenaran-Nya melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan. Doakan agar Tuhan menganugerahkan kami hikmat untuk terlibat dalam kampus sesuai dengan cara yang dikehendaki-Nya, dan bermanfaat seperti tangan dan kaki-Nya, serta alat kasih dan suara-Nya di NTU. Kiranya Tuhan untuk memberikan kerinduan lebih dalam menjadi garam dan terang kepada seluruh jemaat NTU-CF dan mahasiswa Kristen lainnya. Doakan agar Tuhan menganugerahkan kekuatan kepemimpinan, hikmat, dan kerendahan hati kepada NTU-CF"


SOUTH ASIA
Ganga - NBCBS Nepal

"Saya berkuliah di kota Bharatpur. Kekristenan adalah agama yang baru dan sangat berkembang di Nepal, yang berarti akan menyebabkan masalah besar untuk masa depan mayoritas orang-orang yang masih mengikuti kepercayaan kuno. Kekristenan juga adalah ancaman besar bagi agama mayoritas disini. Kami berdoa bersama di kampus. Kami mempelajari Alkitab bersama dalam kelompok (suatu hal yang paling saya sukai). Di kampus, bullying adalah isu terbesar bagi mahasiswa Kristen. Kami ditindas dan hal itu menyebabkan kami tidak percaya diri, akhirnya kami menjadi diam dalam menyatakan iman kami di antara mahasiswa lainnya. Doakan agar kami berani menyatakan iman kami kepada teman-teman walaupun situasinya tidak mendukung"


SOUTH PASIFIC
Godfrey - Solomon Island Universities-CF

"Pada tahun 2015, saya adalah salah satu dari kira-kira kurang dari 10 alumni yang memutuskan untuk merintis gerakan IFES disini. Pada tahun 2016, hampir 50 mahasiswa mengikuti kamp pertama kami. Pada tahun 2017, ada 98 mahasiswa bergabung dengan SIU-CF. Sekitar 90% orang di Solomon Islands adalah orang Kristen, tetapi memiliki pengertian yang dangkal dalam Firman Tuhan. SIU-CF saat ini bergumul dengan kebutuhan pendanaan acara dan tempat persekutuan. Tuhan juga sedang memilih mahasiswa-mahasiswa untuk mengerjakannya walaupun mereka belum pernah melakukannya sebelumnya. Doakan agar lebih banyak mahasiswa dan dosen yang datang. Doakan agar ada pengurus dan volunteer yang mau melayani SIU-CF. Doakan saya juga sebagai perintis, memimpin persekutuan ini sulit karena saya harus bekerja juga. Doakan agar Tuhan menyediakan sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya untuk acara selanjutnya, konferensi internasional, dan tempat persekutuan tetap kami"


MIDDLE EAST AND NORTH AFRICA
Elio - LIVF Beirut

"Saya adalah mahasiswa jurusan pendidikan. Libanon adalah negara Kristen yang beragam dalam hal religiusitas. Pemimpin negara kami adalah orang Kristen (tapi tidak dalam praktiknya). Orang Libanon tahu apa yang dilakukan dan dipercayai orang Kristen. Saat ini, kedatangan pengungsi dari Siria (populasi orang Libanon berjumlah 4 juta dan pengungsi Siria berjumlah 1,5 juta) mempengaruhi pelayanan mahasiswa di Libanon. Donatur dan pelayanan gereja sedang mendukung pelayanan terhadap para pengungsi. Saya juga sudah terlibat selama 4 tahun. Mereka membutuhkan bantuan kami dan Tuhan melakukan begitu banyak hal besar. Banyak dari mereka yang berjumpa dengan Kristus. Akan tetapi, pelayanan terhadap orang Libanon sendiri menurun. LIVF sendiri mencoba untuk memilih tema-tema yang topikal dan relevan untuk dipelajari dalam terang Firman Tuhan. Doakan agar Tuhan memakai kami di tengah lingkungan yang sedang menderita dan kami bisa menjadi terang bagi saudara-saudara ‘sepupu’ disini. Doakan agar kami dapat merintis lebih banyak persekutuan di kampus-kampus. Doakan agar Tuhan menyertai dan melindungi Libanon serta daerah-daerah di sekitarnya"


AFRICA FRANCOPHONE
Owendpanga - UGBB Burkina Faso

"Saya datang dari Ouahigouya. Di negara kami, orang Kristen dapat ditemukan dimana saja, tetapi daerah tempat saya tinggal di daerah utara lebih sulit. Hanya ada 3% orang Kristen dan selebihnya adalah agama ‘sepupu’. Kekristenan disana tidak sepopuler agama ‘sepupu’. Tuhan mengijinkan kami dapat melakukan aktivitas seperti pendalaman Alkitab, penginjilan persahabatan (friendship evangelism), dan sebagainya. Kami percaya Tuhan sedang memegang kendali dan bagian kami adalah terus berjuang. Tantangan kami saat ini adalah kesulitan untuk memobilisasi sumber daya dan membuat orang-orang menangkap visi gerakan ini secara holistik. Doakan kami agar semua mahasiswa Kristen dapat terlibat dan terus menghidupi Injil dalam hati mereka"


ENGLISH AND PORTUGUESE SPEAKING AFRICA
Abel - ABEMO Mozambique

"Mozambik memiliki 50% orang Kristen dalam populasi penduduknya, akan tetapi pengaruh tradisional masih kuat. Banyak orang yang melihat gereja sebagai tempat pengungsian untuk setiap permasalahannya. Di kampus, Tuhan dianggap mati atau sudah tidak berdampak dalam hidup manusia. Kami mengadakan debat untuk membahas permasalahan-permasalahan tersebut dan hal ini membawa dampak yang besar. Saya bersyukur kepada Tuhan karena Dia mau memakai saya untuk berapologetika di ruang kelas walaupun beresiko dengan perkuliahan saya. Tetap berintegritas saat yang lain menyontek ketika ujian, menolak pesta-pesta tidak benar, selalu berkata jujur kepada teman dan dosen walaupun teman kita menyuruh berbohong -- sebagai ketua kelas, saya memberikan pengaruh-pengaruh tersebut. Tantangan besar kami adalah menjadi serupa Kristus di kampus. Doakan agar mahasiswa tidak bersikap munafik sehingga Kristus dapat dilihat dalam diri setiap mahasiswa Kristen dan mereka tidak takut untuk mempertanggungjawabkan iman mereka di kampus walaupun sulit"


EURASIA
Giorgi - SKSK Georgia

"Saya adalah mahasiswa jurusan hukum dan melayani sebagai pemimpin ibadah di SKSK Tbilisi. Negara saya tidak terlalu terbuka terhadap Kekristenan, tetapi juga tidak terlalu tertutup. Tuhan menyentuh mahasiswa-mahasiswa Kristen di kampus kami melalui minggu misi di Tbilisi pada bulan Mei yang lalu dengan tema “Googling God“ Akhirnya, beberapa mahasiswa semakin dekat dengan Tuhan. Doakan agar kami memiliki pemahaman lebih tentang hati dan kasih Allah. Doakan juga agar kami semakin haus akan Tuhan dan bertumbuh dalam Roh Kudus"


EUROPE
Agnes - OSM Austria

"Saya adalah mahasiswi jurusan Seni Tari Kontemporer dan sedang memimpin misi dan penginjilan di OSM Austria. Orang-orang Austria menganggap Kekristenan itu membosankan dan tidak relevan. Dalam persekutuan kami yang berjumlah 15-20 mahasiswa, saya menikmati keragaman kami dalam bidang ilmu yang berbeda-beda. Saya melihat kerinduan kepada Allah dinyatakan dalam bidang musik, seni, dan sains. Doakan pertumbuhan dan perkembangan persekutuan kami (baik individu maupun bersama-sama), juga orang-orang Kristen yang masih belum mengetahui persekutuan kami agar dapat bergabung bersama kami. Doakan agar ada kesempatan untuk mengadakan ibadah di kampus musik, ceramah di kampus sains, dan malam doa yang akan kami adakan"


NORTH AMERICA
Laura - IVCF Canada Student Group

"Banyak orang di Kanada memiliki stereotipe negatif tentang orang-orang Kristen. Misalnya, fundamentalis, munafik, berpikiran tertutup, tidak berpendidikan, haters, suka menghakimi, apatis. Saya senang persekutuan kami bertumbuh (tidak hanya dalam angka, tetapi juga komitmen kepada satu sama lain), dan bahwa kami berbeda-beda (anggota kami terdiri dari 6 negara ketika 10 dari kami bertemu untuk makan bersama). Saya senang dalam fakultas kami yang berbeda-beda, kami memberitakan Kerajaan Allah dengan cara yang berbeda-beda pula, menjelajahi dan meneliti hal-hal untuk kemuliaan Tuhan -- musik, kedokteran, sains, statistik, dan sebagainya. Sayangnya, orang-orang Kristen di kampus tidak berani untuk menyatakan integritas. Doakan agar kami terus bertumbuh dan berani menjangkau orang-orang di lab dan fakultas kami"


AMERIKA LATIN
Ana Clara - ABUB Brazil Student Group

"Saya adalah mahasiswi jurusan Psikologi dan ketua persekutuan ABU Lavras. Kami memiliki 17 mahasiswa aktif di persekutuan UFLA dan UNILAVRAS. Kekristenan diterima secara umum di Brazil, tetapi negara kami menganggapnya sebagai sesuatu yang sekuler. Persekutuan kami bertumbuh sebagai kesatuan tubuh Kristus dan kami berharap agar benih-benih kami tabur di antara teman-teman yang belum percaya dapat bertumbuh suatu hari nanti. Doakan agar persekutuan lokal kami semakin kuat dan dapat membangun kota kami. Doakan agar kelompok pendalaman Alkitab kami dapat berdampak bagi banyak orang di banyak universitas, bukan hanya kepada sesama orang Kristen. Doakan agar persekutuan kami dapat belajar untuk meninggalkan ‘sarang’nya dan semakin aktif menjangkau di universitas"


CARRIBEAN
Kamau - UCCF Antigua

"Saya adalah staf di UCCF Antigua. Negara kami adalah negara yang sangat religius. Kami bersyukur untuk mahasiswa kami yang begitu bersemangat dan penuh kasih dalam persekutuan. Berani untuk menyatakan iman adalah tantangan kami di kampus. Doakan agar kami dapat lebih berani dan mampu menerobos pemikiran yang religius di kampus kami"

Regenerasi Pengurus

Kenapa kamu ingin terlibat dalam pelayanan ini?

"Ketika saya pertama kali terlibat dalam pelayanan Mahasiswa tahun 2015 lalu, awalnya saya tidak tahu harus melakukan apa karna sebelumnya saya belum pernah terlibat dalam pelayanan apalagi dalam konteks yang luas seperti Persekutuan Mahasiswa Kristen Jakarta(PMKJ). Tapi seiring berjalannya waktu, ketika melihat kondisi kampus-kampus yang ada di Jakarta khususnya wilayah pusat saya semakin mengerti akan arti kehadiran saya dalam PMKJ. Sebelumnya, PMKJ itu sendiri hadir agar kampus-kampus yang ada di Jakarta memiliki kesatuan dan kedewasaan.

Hari demi hari, kesatuan dan kedewasaan kampus-kampus Jakarta bukan hanya sebatas visi PMKJ saja tetapi itu sudah menjadi kerinduan yang begitu mendalam bagi saya. Saya bersyukur ketika Tuhan percayakan kesempatan pelayanan ini kepada saya, saya belajar menjadi peduli terhadap kampus yang bukan kampus saya, saya belajar memikirkan kampus lain, bahkan saya belajar untuk mencintai pribadi-pribadi yang ada di kampus tersebut. Dalam perjalanan pelayanan saya, saya juga semakin rindu melihat bagaimana mahasiswa/i yang ada di kampus-kampus Jakarta boleh mengenal Kristus melalui pengajaran yang benar dan memper-Tuhankan Kristus di dalam hidupnya serta benar-benar menjadi murid yang sejati. Kerinduan saya bagi PMKJ adalah PMKJ boleh menjadi salah satu wadah bagi kampus-kampus untuk akhirnya setiap kampus boleh semakin dewasa di dalam Kristus melalui Firman-Nya dan boleh juga saling menolong (yang kuat menanggung yang lemah) sehingga terjalinnya satu kesatuan yang di dalamnya adalah murid-murid Kristus yang berpegang teguh kepada-Nya."

-- Armita Siregar, Koordinator Umum PMKJ periode 2017-2018

PSKJ

Imelda Basarma Priskila

Koordinator Kota
FISIP UI 2014

Shany Elizabeth

Koordinator Wilayah PSKJ Timur
PNJ 2015

Erni Nora M. S.

Koordinator Bidang Stufell PSKJ Timur
FT UI 2014

Sarah Julia Timothea

Koordinator Bidang Visitasi PSKJ Timur
Poltekkes Jakarta 3 , D4 Analis kesehatan 2016

Ribka Nainggolan

Koordinator Bidang KK PSKJ Timur
FIK UI 2016

Grendy Yeremia

Bidang Stufell PSKJ Timur
FT UP 2017

Christiana Gloria

Bidang Visitasi PSKJ Timur
Alumni SMA 50 2017

Kesya Tea Kirana

Bidang KK PSKJ Timur
UNJ 2017

Roh Cahaya Padang

Bidang Visitasi PSKJ Timur
UKI 2016

Vika Vernanda

Bidang Stufell PSKJ Timur
FMIPA UI 2016

Kaditha

Koordinator Wilayah PSKJ Timur 2
Sipil PNJ 2015

Yesica Gultom

Koordinator Bidang Stufell PSKJ Timur 2
Fasilkom UI 2016

Saul Andre Lumban Gaol

Koordinator Bidang Visitasi PSKJ Timur 2
Fasilkom UI 2017

Zefanya Albrena Sembiring

Koordinator Bidang KK PSKJ Timur 2
FH UI 2017

Daniel Martua

Bidang Stufell PSKJ Timur 2
FT UI 2017

Ruth Theresia Virginia

Bidang Stufell PSKJ Timur 2
Psiklogi UI 2017

Andrean

Koodinator Wilayah dan Koordinator Bidang Stufell PSKJ Pusat
PNJ 2015

Epsilonia Diana Putri

Koordinator Bidang KK PSKJ Pusat
STIS 2014

Chiquitita

Koordinator Bidang Visitasi PSKJ Pusat
YAI 201414

Cinthia Valentina

Bidang Visitasi PSKJ Pusat
UNJ 2015

Anggit Prawesti Kuntyaningrum

Bidang KK PSKJ Pusat
UNJ 2016

Priambada Junior

Bidang Stufell PSKJ Pusat
UNJ 2016

Ardhito Jehian

Koordinator Wilayah PSKJ Barat
FT UI 2016

Melantika Nainggolan

Bidang Stufell PSKJ Barat
Hukum Atmajaya 2015

Ade Ruth

TPS PSKJ Barat
Poltekkes II 2016

Michiella Surya

Bidang KK PSKJ Barat
Binus 2017

Jason Kurnia

Bidang Visitasi PSKJ Barat
Binus 2017

Javier Reynold Prisadi

Bidang Visitasi PSKJ Selatan
PKN STAN '17

Kevin Martin Halomoan

Koordinator Wilayah PSKJ Selatan
UBL 2014

Elgreaty Irene Huka

Koordinator Bidang Visitasi PSKJ Selatan
ARSITEKTUR - UPJ 2015

Rahel Nathania Thomas Gultom

Koordinator Bidang Stufell PSKJ Selatan
Komputerisasi Akuntansi - UBL 2017

Resti

Koordinator Bidang KK PSKJ Selatan
FE Universitas Pamulang 2017

Chrizia Cyndi Gita Christanti

Bidang KK PSKJ Selatan
STIKOM LSPR 2015

Galuh Pramesti Nugraheni

Bidang KK PSKJ Selatan
PKN STAN 2017

Delima Wilsa Primadani

Bidang Stufell PSKJ Selatan
UMN - 2017

Chen Pieter Widiatama

Bidang Stufell PSKJ Selatan
PKN STAN - Penilai 2017

Celine Mega Alma

Bidang KK PSKJ Selatan
Teknik Elektro - UI 2017

Sofia Andriani

Bidang Visitasi PSKJ Selatan
PKN STAN 2017

PMKJ

Armita Siregar

Koordinator Umum PMKJ (Wil. Pusat)
STIE Rawamangun 2014

Sudir V. Tampubolon

Pembinaan (Wil. Pusat)
STIE Rawamangun 2015

Mikha Febriana Sitepu

Antar Kampus / Tim Kerja (Wil. Pusat)
STMI Jakarta 2014

Tetty Florentina Bukit

BPI / Antar Kampus (Wil. Timur)
STIS 2014

Glori Ayuni

Pembinaan (Wil. Timur)
UKI 2015

Nazaroni Parapat

Pembinaan (Wil. Timur)
UKI 2014

Dopang Andrianto

Antar Kampus (Wil. Timur)
UKI 2015

Joue

Antar Kampus (Wil. Timur)
UKI 2015

Desy Aldewistya

BPI / Korbid AK (Wil. Selatan)
UI 2014

Yosefin Mulyaningtyas

Antar Kampus (Wil. Selatan)
UI 2014

Esau Asibas Suruan

Pembinaan (Wil. Selatan)
PNJ 2015

Stefani Diorani

Pembinaan (Wil. Selatan)
UI 2015

Gabriel

Pembinaan
UI 2015

Rendy Dewalangga Locananta

BPI / Korbid Pembinaan (Wil. Barat)
UNTAR 2013

Imanuel Rano Julyano Sakuain

Antar Kampus (Wil. Barat)
BINUS 2013

Wilorik Hamonangan Panggabean

Antar Kampus (Wil. Barat)
Perbanas 2015

Meriana Giovani Abigail

Antar Kampus (Wil. Barat)
UNTAR 2015

Elsa Ambarita

Pembinaan / Tim Kerja (Wil. Barat)
Esa Unggul 2015

Widia Diana A. Panjaitan

Antar Kampus (Wil. Selatan 2)
Poltekkes Jakarta II 2015

Esna Sipahutar

Pembinaan (Wil. Selatan 2)
Poltekkes Jakarta II 2015

Jason Gunawan

Pembinaan (Wil. Selatan 2)
STAN 2016

PAKJ

Maharani Rizki Yunita Saragih

Koordinator Umum PAKJ
UBL 2007

Evaliani Manurung

Sie Acara (Wil. Pusat)
UNJ 2007

Roy Wawensa

Sie Acara (Wil. Pusat)
FT UI 2011

Christian Immanuel Laurence Montung

Sie KPMAK (Wil. Pusat)
UNJ 2009

Ester Nugraheny Natalia Purba

Sie KPMAK (Wil. Pusat)
FT UI 2012

Juliana Siregar

Sie Pembinaan (Wil. Pusat)
Univ. Riau 2009

Hillary Goretha Hernayanti Pasaribu

Sie Pembinaan (Wil. Pusat)
Fasilkom UI 2011

Clerica Angela

Sie Acara (Wil. Barat)
STIE Trisakti 2011

Agustines Simangunsong

Sie Acara (Wil. Barat)
STIE Trisakti 2010

Yosua Leonardo

Sie KPMAK (Wil. Barat)
BINUS 2011

Juwita Solafide Feryanti Simanullang

Sie Pembinaan (Wil. Barat)
UNTIRTA 2008

Gabriella Pasaribu

Sie Acara (Wil. Timur)
Farmasi UI 2011

Fredrikson Horo

Sie Acara (Wil. Timur)
UNJ 2009

Efaldo Inoza Rajagukguk

Sie KPMAK (Wil. Timur)
FE UKI 2011

Wiyar Annerangi

Sie Pembinaan (Wil. Timur)
FKM UI 2009

Ekky Gompa Simanjuntak

Sie Pembinaan (Wil. Timur)
FE UI 2007

Injil, Solusi Hidup Sejati

Oleh: Morentalisa Hutapea / Alumnus FISIP UI 2006

Banyak teman yang mempertanyakan kepada saya, mengapa saya seperti ‘terobsesi’ dengan misi. Seringkali saya hanya tertawa nyengir, namun pertanyaan tersebut sempat juga membuat saya bertanya. Mengapa saya begitu tertarik, begitu bergairah, begitu bersemangat setiap kali bersentuhan dengan dunia dan pekerjaan misi?

Jika melirik ke belakang, mungkin hal ini terkait dengan latar belakang keluarga. Ketika saya berumur satu tahun, ayah saya meninggal dunia kala ibu saya sedang mengandung adik saya. Hal ini meninggalkan trauma mendalam dalam keluarga saya. Ibu saya menjadi sangat depresif, sangat mudah marah dan menghajar saya dan adik saya dengan cara yang kalau pakar anak masa kini akan menyebutkan, KDRT terhadap anak. Ah, ibu saya yang malang, situasi yang menyebabkannya tidak mampu mengelola emosinya dengan baik.

Perjalanan iman saya kemudian membuat saya menyadari bahwa dosa dan juga dampak dari kejatuhan manusialah yang menyebabkan semua duka mendalam di keluarga saya. Saya melihat bagaimana dosa dan kejatuhan manusia telah merampas sukacita saya di masa kecil. Kuatnya kuasa dosa dan maut telah meluluhlantakkan keluarga saya.

Dosa, dan kejatuhan dunia ini, tidak hanya menghancurkan keluarga saya, namun juga saya. Sampai saya bertemu Kristus secara pribadi dan mengalami kuasa pemulihan-Nya yang mentransformasi tidak hanya hidup saya, tetapi juga hidup keluarga saya. Kuasa kematian dan kebangkitan Kristus telah mengubah banyak hal dalam hidup saya, ibu dan adik saya. Melalui kuasa darah-Nya, Dia menyucikan dan memulihkan saya dan keluarga saya.

Meski si jahat masih menggoda di sana sini, dan saya melihat bagaimana dia terus berusaha untuk mencuri sukacita yang saya alami dengan terus menggali luka-luka saya, dan mengingatkan saya akan kejatuhan-kejatuhan pribadi saya, namun sekarang saya berpegang teguh pada pengharapan yang saya miliki dalam Kristus. Sekarang saya memegang pengharapan bahwa Dia yang memulai pekerjaan baik di dalam saya, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Bagaimana mungkin saya menyimpan kabar sukacita ini sendirian?

Jika melihat bagaimana Allah telah bekerja dengan luar biasa dalam kehidupan saya dan keluarga saya, bagaimana mungkin saya menyimpan kabar sukacita ini sendirian? Memikirkan hal ini, saya menyadari bahwa hanya Injillah harapan yang kita miliki di dalam dunia yang telah jatuh ini. Hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan setiap luka-luka yang kita miliki di dunia ini. Hanya darah-Nya yang sanggup menyelamatkan setiap orang dari cengkraman kuasa dosa dan dampaknya yang mematikan.

Jika saya telah menerima sukacita dan kebebasan yang luar biasa ini, bagaimana mungkin saya bisa berdiam sendiri menyadari bahwa banyak orang yang terbelenggu dosa dan kehancuran tanpa menyadari bahwa ada Jalan yang Lurus yang dapat membawanya pada pengharapan sejati? Bagaimana saya bisa menyimpan rahasia akan ‘obat ajaib’ ini saat saya tahu bahwa seluruh dunia sedang sekarat karena dosa?

Inilah yang membuat saya sangat terobsesi untuk menceritakan kabar baik ini. Berita kebebasan, kelepasan dan pengharapan inilah yang saya bawa kepada mereka yang terhilang, termasuk sahabat-sahabat non kristen saya. Saya masih ingat dengan baik bagaimana Tuhan menolong saya untuk menceritakan tentang keberadaan Sang Bapa yang baik kepada teman-teman kosan saya, dan bagaimana mereka menangis mendengar cerita yang begitu menyentuh. Bahkan teman-teman saya yang paling ateis pun tak bisa menolak untuk mendengarkan cerita mengenai sang Pencipta yang punya solusi bagi permasalahan dosa dunia melalui Kristus Yesus.

Karena Kristus memerintahkan kita menjadi saksi, dan itulah bagian terbesar kita: menyaksikan perbuatan ajaib yang Allah telah kerjakan dalam kehidupan kita, menjadi saksi atas pengharapan yang telah diberikan kepada kita. Dan tak ada yang dapat menggambarkan sukacita yang kita rasakan ketika kita menyadari bahwa Allah yang sama yang bekerja di dalam kehidupan kita, juga bekerja di dalam kehidupan orang-orang yang kita layani, bahwa jaminan keselamatan yang kita terima, juga diberikan dengan murah hati dan cuma-cuma di dalam kehidupan orang-orang yang belum mengenal dia.

Because this good news, is just too good to be kept by ourselves.

Bekerja adalah Melayani Tuhan

Oleh: Susilo Santosa / Alumnus ITB

Dalam kehidupan saya selama 10-15 tahun terakhir, saya melakukan pekerjaan yang banyak terkait dengan product development, business development, ide-ide usaha dan wiraswasta. Namun, segala yang berhubungan dengan pekerjaan saya itu seringkali malah saya pikirkan dalam dalam rutinitas keseharian dan khususnya dalam waktu rohani saya misalnya: beribadah, saat teduh, atau meditasi. Dalam kondisi seperti ini, muncul perasaan bersalah karena memikirkan hal-hal non-rohani di saat waktu teduh.

Saya bergumul dalam sulitnya mengendalikan pikiran dan masih terus memikirkan adanya dikotomi pekerjaan rohani dan non-rohani. Akibatnya, saya sering merasa bersalah ketika mengembangkan ide bisnis yang kelewat semangat dan antusias. Dikotomi dan paham-paham itu mulai berubah ketika saya mengetahui bahwa kompetensi dan keahlian, dalam kasus saya berarti ide ide design produk, pengembangan usaha, dan kreativitas, adalah suatu pekerjaan pelayanan kepada Tuhan. Semenjak itu, semangat dalam bekerja bisa saya arahkan, di mana bukan untuk membangun diri, dan untuk mengejar uang, kuasa, atau aktualisasi diri, tetapi untuk tujuan besar memuliakan Allah dan sesama.

Saya mulai menyadari bahwa sebelumnya pola berpikir saya adalah pola hidup tersekat, dengan pemilahan antara kegiatan rohani versus pekerjaan. Tetapi kini saya menganggap pekerjaan dan pikiran saya yang bercampur adalah realitas diri, di mana pekerjaan dan melakukan suatu karya yang terbaik, adalah suatu pelayanan juga.

Koran bisnis Kontan pada tanggal 24 November 2016, pernah memuat bahwa pemerintah Indonesia berjuang untuk menagih pajak Google, Facebook, dan korporasi raksasa lainnya di Indonesia. Perangkat peraturan dan hukum yang tak memadai mengenai perdagangan global dan peraturan pajak antar negara, membuat banyak celah untuk korporasi raksasa sekelas Google, Facebook, Apple, dan sebagainya bermain-main di antara aturan-aturan yang ada. Hasilnya, pajak yang disetor ke pemerintah Indonesia, tidak sebanding dengan pendapatan yang ditarik dari pengguna jasa mereka di Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, strategi AGGRESSIVE TAX PLANNING yang digunakan perusahaan perusahaan itu tidak bermoral. “If you make money here, is just fair for you (Google, Facebook) to pay tax here. I don’t care where your head quarter is”.

Sebagai pelaku bisnis, wiraswasta, dan manusia dewasa yang sudah lama berjalan bersama Tuhan dengan prinsip dan kebenaran yang telah kita kenal. Apakah keputusan, pandangan, dan perilaku kita dalam bekerja bisa dibilang “TIDAK BERMORAL”? Saya ingin mengajak saudara-saudara untuk tidak berkompromi mengenai suatu kebenaran yang sebenarnya sudah kita ketahui. Mengapa? Karena perjalanan bersama Tuhan yang kita jalani, sebenarnya sudah cukup untuk membuat kita tahu bagaimana membedakan hal-hal yang benar dan salah. Bahkan, tanpa perlu dikaitkan dengan perangkat aturan atau undang undang tertentu, atau mencari-cari pembenaran untuk “melegalkan” tindakan kita yang dipaksakan untuk sesuai dengan moral umum.

Saya mensyukuri kenyataan bahwa saya dapat mengenal dunia pelayanan mahasiswa, Perkantas dan juga para pekerja-pekerja yang memberi keteladanan. Ibu Dorothy Marx sebagai salah seorang perintis pelayanan Perkantas di Jawa Barat telah memberikan contoh melalui kehidupannya. Penjabaran kebenaran, moral, dan sikap Kristianinya tampak dalam kehidupan dan keputusannya. Hal ini cukup mewarnai kehidupan saya.

Pertanyaan, apakah tindakan saya sebagai pelaku usaha, wiraswasta, dikategorikan BERMORAL dan apakah ada perubahan pola, dan paradigma dari saat mulai hingga saat ini, merupakan sebuah proses yang harus dilalui. Suatu pertumbuhan rohani dalam pengenalan akan Tuhan yang HARUS PARALEL dengan perilaku dalam bisnis, usaha, dan bekerja.

Pengenalan yang baik akan pertolongan Tuhan, serta kemampuan untuk mengintegrasikan prinsip prinsip Kristiani dan Alkitab dalam dunia nyata menjadi tantangan kita semua. Di dalam usia yang sudah cukup lanjut dalam bekerja, kebenaran-kebenaran baru yang saya jumpai adalah pertanyaan yang sangat mendasar, tanpa harus di kaitkan dengan kaidah hukum, ekonomi, atau ayat tertentu dari Alkitab, “Apakah yang saya atau kami kerjakan di kantor berdampak baik untuk masyarakat sekeliling, kota, dan Indonesia?”

God’s Unfailing Love

Oleh: Owin Mariana Pangaribuan, SE. / UBL 2010 (Staf Kantor - Keuangan)

"Manakah yang lebih penting—mencapai harapan dan impianmu, atau kasihmu kepada Allah?" — Jennifer Benson Schuldt

Tahun 2010 bukanlah tahun yang mudah bagi saya. Terpaksa dan tertekan adalah perasaan yang jelas menggambarkan hidup saya saat itu ketika apa yang saya minta pada Tuhan tidak diberikan. Impian saya saat itu bisa lolos di Fakultas Hukum salah satu Universitas Negeri di Medan. Dan nyatanya Tuhan menempatkan saya di salah satu Universitas Swasta di Jakarta yang jelas bukan menjadi pilihan saya awalnya, jangankan pilihan, terpikir untuk masuk kampus itu saja tidak pernah.Salah satu keputusan terpenting dalam kehidupan seseorang adalah ketika dia menjadikan Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya secara pribadi. Hal inilah yang saya alami ketika menjadi mahasiswa baru, Tuhan memakai PMK kampus untuk menolong dan menyadarkan bahwa hidup saya adalah milik-Nya dan ketika mengikuti Retreat Pekabaran Injil PMK Budi Luhur tahun 2010 disitulah saya mengalami pertumbuhan iman dan menghantarkan langkah saya untuk mengalami hidup baru dan menyerahkan diri melayani Dia sebagai pengurus, menikmati bertumbuh di kelompok kecil, dilayani juga melayani di PMKJ Selatan 2 dan menikmati setiap retreat dan pembinaan yang diadakan Perkantas waktu itu. Mengenal Tuhan di masa kuliah dan diberi kesempatan melayani adalah cerita yang indah dalam hidup saya. Sungguh menjadi sukacita yang besar juga ketika Tuhan memberikan saya banyak pertumbuhan melayani di acara Perkantas seperti Retreat Koordinator, HDPN, dan Natal Perkantas saat itu.

Pelayanan demi pelayanan dipercayakan Tuhan kepada saya dan sampai pada akhirnya Dia mempercayakan pelayanan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Seorang kakak waktu itu meminta saya untuk mendoakan menjadi staf kantor dan menurut saya saat itu sangat mustahil, karena saat itu saya sedang mengejar untuk masuk ke salah satu perusahaan media yang sudah lama saya “incar” dan tinggal menunggu penguman untuk lolos test terakhir. Dan kembali saya ingin lari dari panggilan itu. Banyak hal yang berkecamuk dalam hati untuk melarikan diri. Rasa kuatir akan masa depan dan keuangan saat itu sangat membuat saya takut. Saya bertanya-tanya, “Apakah Tuhan tidak salah mempercayakan pelayanan yang besar ini kepada saya? Bagaimana dengan masa depan, orangtua, dan kerinduanku untuk membantu biaya study adik-adikku?” Tetapi kasih-Nya yang besar menarik saya kembali dan di saat teduh saya, Dia menghibur dan meneguhkan saya untuk tidak kuatir, percaya, dan taat saja. Firman yang saya nikmati saat itu dari Matius 6:25, “Janganlah kuatir akan hidupmu” dan “Aku akan meneguhkan,
bahkan akan menolong engkau.” —Yesaya 41:10 menjawab kekuatiran dan ketakutan saya.

Belajar untuk membuka hati adalah perjuangan yang tidak mudah bagi saya. Saya tahu bahwa Tuhan bertahta di dalam hati saya dan saya diingatkan untuk tunduk pada kehendak Tuhan secara real.

Wherever to go my heart is ready Lord, I know Thy guidance never, never fails.
– Kemana Saja, BLP 223 (Pdt. Stephen Tong)

“Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” – Matius 6:33, adalah bagian firman yang semakin menguatkan saya untuk menjawab dan rendah hati taat akan panggilan pelayanan ini. Hanya anugerah-Nya semata. Pengakuan kepada Tuhan akan ketidakmampuan saya mengerjakan pelayanan ini tidak hanya membuat saya percaya kepada Tuhan yang sanggup membuat segala hal menjadi mungkin, namun ketika saya mendoakan panggilan ini, kecemasan yang saya rasakan berganti dengan damai Tuhan yang melegakan hati. Tetapi dengan keyakinan bahwa hanya oleh karena kemurahan Allah saya menerima pelayanan ini, karena itu saya tidak mau tawar hati (2 Kor. 4:1).

Selama beberapa bulan bekerja, saya dikuatkan dari lagu yang saya baru dengar dan nikmati setelah menjadi staf kantor Perkantas.

O indah benar, ikut jalanNya bersandarkan lengan yang kekal Langkahku teguh, jalanku cerah
bersadarkan lengan yang kekal aman, aman dari bencana dan sesal
Aman, aman bersandarkan lengan yang kekal
– Indah Mulia Bahagia Penuh BLP 24

Tuhan tak berjanji langit selalu biru tetapi Dia berjanji selalu menyertai. Tuhan tak berjanji jalan selalu rata tetapi Dia berjanji berikan kekuatan. Saya mau belajar terus meyakini bahwa Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang memperlengkapi saya dalam pelayanan sebagai staf kantor keuangan dan sekretaris Perkantas Jakarta. Amin. Solideo Gloria.

Take My Life

Oleh: Rosefine Tresia, A.Md / Vokasi UI 2012 (Staf Siswa)

Berbicara mengenai panggilan hidup pastilah tidak lepas dari pergumulan dan masa-masa sulit. Ketika mengalami masa tersebut, saya menikmati lagu “Take My Life” (Tuhan Ambil Hidupku) yang salah satu baitnya berkata, “Take my silver and my gold, not a mite would I with-hold. Take my intellect and use. Every power as Thou shalt choose”. Lagu ini menjadi bagian dari hidup saya beberapa tahun setelah saya menerima Kristus sebagai Jurus'lamat. Saya dididik oleh Allah, bahkan diajarkan untuk melepaskan hal yang dianggap berharga pada umumnya.

Saya tidak pernah menduga jika setelah lulus kuliah akan menjadi Staf Perkantas. Saya ingat bahwa Allah memanggil saya ketika mengikuti Retreat Koordinator XIII yang bertema “Allah Panggil Kaum Muda”. Salah satu hal yang membuat saya excited ikut RK ini adalah karena teman-teman sesama pelayanan siswa dan PO UI banyak yang hadir. Saya sangat menikmati setiap sesi yang ada, tetapi tidak pernah menduga bahwa pada setiap sesi itu Tuhan menggelisahkan hati saya berkaitan dengan panggilan hidup. Tuhan menggelisahkan hati saya hingga saya bingung sendiri. Sejak mengenal pelayanan siswa di RohKris (Rohani Kristen) SMA. Di sana saya diajarkan untuk tidak langsung percaya begitu saja ketika ada kegelisahan dalam hati, saya harus mengujinya lewat Firman untuk benar-benar memastikan itu dari Allah bukan berasal dari ketakutan pribadi. Sepulang dari RK, saya menemukan fakta bahwa benar Allah telah memanggil. Saya banyak diteguhkan lewat Firman dalam saat teduh, saat membaca buku Rising to The Call – O.S Guinness, dan beberapa kali melalui Firman di Persekutuan dan Gereja. Akan tetapi, saya menyimpan fakta tersebut rapat-rapat. Hanya saya dan Tuhan yang tahu. Apalagi waktu itu saya baru memasuki semester 4, saya pikir saya tidak perlu mengatakannya kepada siapa-siapa, toh masih jauh menuju semester akhir.

Nyatanya waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa saya sudah mulai memasuki semester akhir. Perasaan tenang mengenai panggilan hidup, kini berubah menjadi perasaan waswas. Perasaan seperti takut, gelisah, dan khawatir mulai memenuhi benak saya. Jika saya saja shock, apalagi orang-orang disekitar saya. Namun, saya semakin diteguhkan menjadi Staf Siswa lewat Firman dalam Kejadian 19: 1-29 -- tragedi Sodom dan Gomora. Kota ini telah melakukan hal yang menjijikan karena menjadikan persetubuhan yang tidak wajar antara sesama lelaki sebagai hal yang biasa, bahkan mengepung dan mendesak Lot agar membiarkan tamunya dipakai oleh mereka. Tetapi kali ini ada informasi yang menghentak pikiran saya, dalam Alkitab tertulis tidak sekedar laki-laki melainkan “... dari yang MUDA hingga yang tua, bahkan seluruh kota, datang mengepung rumah itu”, saya kaget “Apa? Dari yang muda? Jadi, sedari muda mereka telah mengetahui hal demikian bahkan menjadi pelakunya? Ada apa dengan moral mereka? Mengapa separah ini?” Saya merenung sejenak. Kerusakan dan kebobrokan moral kaum muda tidak hanya terjadi di kota dan pada zaman itu. Jika kita mengingat dan melihat konteks Kota Jakarta, seringkali kondisi siswa lah yang menjadi icon kebobrokan moral. Tawuran, free-sex, bullying, pornografi, atau hal-hal yang terlihat sepele seperti malas, menyontek, tidak mau beribadah, berbohong, tidak sopan, consumerism, gadget addict, menjadi hal yang biasa pada siswa/i Ibukota masa kini. Padahal mereka adalah calon pemimpin bangsa.

Siapa yang mau pedulikan mereka? Siapa yang mau menolong mereka ketika diombang-ambingkan oleh angin pengajaran dan pergaulan yang sesat? Siapa yang mau secara khusus menyediakan waktu untuk menolong dan mendidik mereka? Ini aku, utuslah aku.