Siswa

Auk6x87gqH92KLpY5LWk-p4d3JXvur4_a2dinTOU2F1D

Sejarah Perintisan

Sementara Pelayanan Mahasiswa terus dimantapkan, pelayanan siswa mulai dipercayakan kepada Perkantas. Dimulai dari kelompok remaja HKBP Kernolong. Hal itu terjadi karena sejak bulan Februari tahun 1984, VM Sagala yang adalah pembina Sekolah Minggu-Remaja gereja tersebut telah bergabung dengan Perkantas. Sekelompok remaja tersebut antara lain Sahala, Marojahan, Daniel Tobing yang ingin terus mendapat pembinaan dari V.M.Sagala. Karena itu, Sagala yang sejak tahun itu berkonsenterasi melayani di Perkantas, menawarkan membina mereka dalam wadah pelayanan siswa Perkantas Jakarta. Jadi, sejak bulan Agustus 1984, kelompok remaja tersebut di atas dibina setiap hari Rabu jam 18.00 WIB di Kramat 7/29. Hal itu memang dirasakan sangat strategis untuk menjangkau siswa se-Jakarta. Jika sebelumnya Sagala melayani 'hanya' di satu gereja saja, maka melalui PSKJ, siswa-sisiwi yang berasal dari SMU 1, SMU 68, SMU 30, dan beberapa siswa lainnya dapat menjangkau sekolah-sekolah lainnya. Setelah terbentuk PSKJ, pembinaan ke SMU 1 dan SMU 68 dapat ditingkatkan dengan baik. Berbagai lokakarya dan seminar diadakan, seperti lokakarya Pemimpin Pujian, Lokakarya PA serta seminar dengan tema Roh Kudus.

Dengan semakin meningkatnya jumlah sekolah yang terjangkau, sejak tahun 1985 setiap tahunnya diadakan Natal siswa se- Jakarta. Natal pertama ini mengambil tempat di Aula ASMI, Pulomas. Untuk meningkatkan kualitas pemimpin persekutuan sekolah-sekolah, pada tahun 1987 dilaksanakan Kamp Kepemimpinan Siswa se-Jakarta yang diadakan di BPPT Ciawi. Ketika V.M Sagala studi teologia pada tahun 1988, PSKJ Pusat sepenuhnya dilayani oleh TPS (Tim Pembimbing Siswa), yaitu Donda Panggabean, Lina Rumapea, Dewi Rumapea, dan beberapa anggota lainnya. PSKJ Selatan bermula dari Kebaktian Kebangunan Rohani Remaja (KKRR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Reformed Injili Indonesia (LRII) pada tanggal 4-9 Agustus 1988. Untuk menangani tindak lanjut KKRR tersebut di wilayah Jakarta Selatan dibentuk suatu tim. Tindak lanjut dilaksanakan di 9 pos pembinaan (sekarang ke-9 pos digabung menjadi 1 pos yaitu Pos Borobudur). Tindak lanjut ini dilayani oleh 15 orang pembina yang terbeban dan telah dipersiapkan sejak Januari 1988. Pembina-pembina ini sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni yang terbeban untuk melayani siswa. Banyak peserta (remaja) yang selain kembali pada gerejanya semula juga memiliki kerinduan untuk terus mendapat bimbingan dalam pembinaan yang mereka ikuti ini dan untuk memenangkan kaum muda maka dibentuklah suatu wadah pelayanan siswa yang tetap yaitu PSKJS.

Sejak tahun 1989, Persekutuan Siswa Kristen Jakarta Pusat mulai mengalami kemunduran, baik dari segi kualitas dan kuantitas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tenaga TPS di mana beberapa anggota mengundurkan diri karena tugas dan pekerjaan masing-masing. Karena itu, pada tahun 1990 diputuskan untuk menghentikan persekutuan tiap hari Rabu di Kramat 7/29, dan digantikan dengan pembinaan dan lokakarya sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 1992 terbentuk PSKJB (Barat) yang merupakan hasil kerjasama dengan komisi remaja GKI Perniagaan. Pada tahun yang sama kembali dilakukan berbagai upaya untuk mengadakan persekutuan rutin PSKJP. Karena itu, pada tanggal 29 Oktober 1992 diadakan pertemuan bagi tim pembimbing siswa (TPS) untuk membicarakan visi dan misi PSKJP. Puji Tuhan, setelah melalui pergumulan doa dan berbagai pembinaan lainnya, pada tanggal 7 Januari 1993 PSKJP kembali diadakan. Persekutuan perdana ini sungguh mendapat respon yang baik, hal itu terbukti dari kehadiran peserta sebanyak 44 orang (termasuk pembimbing).

Dengan adanya PSKJ di tiga wilayah ini: Pusat, Selatan dan Barat, maka dirasakan perlunya mengadakan persekutuan gabungan, baik untuk Tim Pembimbing Siswa, maupun untuk seluruh siswa. Karena itu, sejak bulan April diadakan PPS(Pembinaan Persekutuan Siswa) sekali dua minggu (tiap hari Kamis) di Kramat 7/29. Pada pembinaan ini diberikan berbagai perlengkapan doktrin serta hal-hal praktis. Pada bulan April 1993 Eliyunus Gulo bergabung dengan Perkantas Jakarta. Sejak Eliyunus bergabung dengan Perkantas, PSKJ mengalami kemajuan yang semakin nyata, di mana dia secara penuh dapat mengerjakan pelayanan siswa bersama TPS di bawah pengarahan Pimpinan Cabang. Karena itu, sejak bulan Juni 1993 diadakan Paket Pembinaan Siswa dengan tema Bahasa Lidah dan Karunia2 Roh. Paket Pembinaan ini berjalan secara teratur sesuai kebutuhan yang mengambil tempat di Aula PSKD 1, Jln. Diponegoro dan GKI Panglima Polim. Pada tanggal 14 Desember1993 diadakan Natal Siswa se-Jakarta, bertempat di Gereja Anglikan. Perayaan Natal ini dirasakan penting, bukan saja untuk mempersatukan siswa se-Jakarta, tetapi juga sebagai sarana penginjilan. Karena itu, pada perayaan Natal 1995 diputuskan untuk mengambil tempat yang lebih besar di Gereja Angkola, Tanah Abang, dan Natal selanjutnya (1996) diadakan di Aula KODAM, Berlan, yang dihadiri oleh sekitar 900 siswa. Untuk kebutuhan yang sama yaitu pembinaan untuk para siswa, dirintis pula PSKJ Depok pada tahun 1997.

Visi dan Misi PSKJ

Mempersiapkan dan membina siswa untuk menjadi berkat, garam dan terang dalam keluarga, gereja, masyarakat, negara dan dunia melalui Pemberitaan Injil, Pembinaan, dan misi Pemuridan.

Tujuan PSKJ

  • Meningkatkan kesehatian Tim Pembimbing Siswa (TPS) Jakarta dan para Pelayan Siswa (PS)
  • Mempertahankan kegiatan-kegiatan rutin agar menjadi wadah yang efektif untuk membina siswa.
  • Menjalin hubungan dengan PMK