Bogor

Sejarah Perintisan

Sekitar tahun 1990-an pelayanan mahasiswa di Bogor masih berada di bawah koordinasi pelayanan Perkantas Bandung. Baru setelah itu dialihkan ke Perkantas Jakarta dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat.

Pelayanan dari para staf dan associate staff Perkantas baik Perkantas Bandung maupun Jakarta rupanya sangat dinikmati dan membekas di hati para pengurus kampus di Bogor, terutama karena memang sesuai dan sejalan dengan uniknya pelayanan mahasiswa. Terutama ketika pengurus kampus di Bogor dapat mengikuti kamp-kamp yang diadakan Perkantas. Mereka memiliki kerinduan yang amat besar untuk membangun kembali persekutuan kampus dan kelompok kecil (KK)nya. Beberapa mahasiswa IPB dan Universitas Pakuan dengan beban yang demikian dalam akan kemajuan PMK akhirnya menyadari perlunya kesatuan antar PMK dan pembinaan yang mendalam tentang firman Allah di kota Bogor. Melalui kunjungan, pembicaraan, dan doa akhirnya salah seorang mahasiswa IPB Surya Sembiring menyediakan tempatnya untuk persekutuan antarkampus.

Akhirnya sebulan sekali pengurus Pakuan dan IPB bersekutu dan dibina dalam pembahasan kitab baik melalui eksposisi maupun PA. Staf Perkantas Jakarta Mangapul Sagala sebagai staf yang sering melayani ke Bogor akhirnya mendapat kesempatan menyaksikan lahirnya kepengurusan pertama persekutuan antar kampus di Bogor, di antaranya Surya Sembiring beserta istri dan mahasiswa IPB lainnya.

Kehadiran persekutuan antarkampus ini akhirnya merintis KK di Universitas Pakuan, yang kemudian mengadakan paket intensif dengan frekuensi seminggu sekali untuk membina KK di Pakuan. Hagni adalah mahasiswa Pakuan yang terus bekerja di belakang semua ini. Kerinduannya agar firman Allah diberitakan di kampusnya dia tularkan kepada teman-temannya. Hagni juga membentuk KK yang sampai sekarang memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan pelayanan mahasiswa di Bogor. Hagni sekarang menjadi dosen di kampusnya.

Peran serta mahasiswa di Jakarta pun demikian besar. Kunjungan-kunjungan mereka ke Bogor memberikan arti yang nyata. Mereka terus membukakan pentingnya persekutuan antarkampus di sebuah kota. Ketika perintisan berlangsung mereka tak segan-segan mengirimkan pelayan untuk MC, pemusik maupun pemimpin PA. Seorang alumni dari Jakarta (Ayub Kurniawan) pun akhirnya pindah ke Bogor dan membentuk KK di kampus Universitas Nusa Bangsa (UNB) yang akhirnya melahirkan persekutuan mahasiswa di UNB ini. Pada tahun 1999 diadakan Kamp Kota Bogor yang pertama dan kehadiran PMK UNB disambut oleh kampus-kampus dengan bersedia membantu PMK yang baru ini.

KK atau pemuridan dalam kelompok merupakan dasar dan tulang punggung PMK Bogor (PMKB). Flafiana Tagung (Alumni FMIPA UI, staf Perkantas Jakarta) sebulan sekali datang ke Bogor untuk memimpin KK Calon Pengurus, menyusul Yusak Pasaribu (Alumni FT-UI, dosen UKI Jakarta). Ini adalah KK pertama antarkampus yang terdiri dari mahasiswa Pakuan dan IPB yang pada tahun berikutnya menjadi pengurus PMKB. Melalui KK inilah visi PMK Kota begitu tertanam kuat melalui berbagai sharing yang dilakukan bersama Staf Perkantas (Ria Pasaribu dan Flafiana Tagung), juga melalui keikutsertaan dalam kamp-kamp yang diselenggarakan Perkantas. Melalui KK inilah seorang alumni IPB, Buddhi Senoputera berkomitmen untuk menjadi staf/pembina rohani di PMK Bogor (tahun 1999).

Perkembangan pelayanan kelompok kecil terus meluas sampai ke beberapa kampus, terutama setelah diadakan Retret Kelompok Kecil Bogor yang pertama pada tahun 2001.Kampus-kampus baru yang memiliki KK antara lain kampus AKA dan kampus Kesatuan Bogor.

Masalah-masalah yang dihadapi satu-persatu mulai dibenahi seperti bagaimana mahasiswa mencintai firman Tuhan sehingga istilah PA Induktif dan Eksposisi cukup nge-trend di kampus-kampus, pentingnya kesadaran Allah yang memimpin dan yang memiliki persekutuan yang juga diwujudkan dalam gerakan doa dengan diadakannya Bible Study, Lokakarya PA dan Kamp Kota Bogor, juga pentingnya pemuridan dalam kelompok-kelompok kecil dengan diadakannya Retret Kelompok Kecil Se-Bogor serta bagaimana lagu-lagu hymnal dapat kembali dinikmati di persekutan dengan training MC dan Pemusik se-kota. Begitu banyak karya Allah yang dinikmati dalam pelayanan mahasiswa di Bogor dan tidak sedikit mahasiswa yang mengakuinya meskipun masih banyak yang harus dibenahi. Tetapi kesukaan kami adalah ketika firman Allah diberitakan dan menjadi terang dalam setiap kehidupan pengurus dan mahasiswa serta alumni di kota Bogor.