Lampung

Sejarah Perintisan

Lahirnya pelayanan Perkantas di Lampung dimulai dengan pelayanan mahasiswa yaitu adanya kerinduan beberapa mahasiswa yang memiliki latar belakang gereja yang berbeda-beda, untuk bersekutu dan bertumbuh bersama-sama dalam Tuhan. Kerinduan ini diwujudkan dalam kelompok-kelompok doa dan pendalaman Alkitab.

Perintisan dimulai tahun 1980-an dibarengi dengan adanya visitasi beberapa mahasiswa dan staf Perkantas Jakarta yang secara rutin bergantian datang ke Lampung dari tahun 1981-1991. Mereka yang pernah mengunjungi Lampung di antaranya adalah Andry Pakan, Tony Antonio, Mangapul Sagala, Ria Pasaribu, Donda Panggabean, dll.

Pada perkembangannya, kelompok-kelompok doa dan PA dirasakan kurang menjangkau banyak mahasiswa. Maka mulai dibentuk wadah formal yaitu PMK Bandar Lampung, pada tahun 1985 dengan ketua Mangasi Simangunsong. Pada tahun 1987 ketua dipegang oleh Purwanto,  dan tahun 1989 oleh Tri Yosua Taruna.

Perintisan ini berlangsung cukup lama yaitu sampai tahun 1991. Salah satu kegiatan besar yang pernah dilakukan periode perintisan ini adalah terselenggaranya Kamp PMK tahun 1986 dengan pembicara antara lain Mangapul Sagala, Ria Pasaribu, dan Donda Panggabean.

PMK Bandar Lampung antara tahun 1985-1994 sangat terbuka dengan berbagai perkembangan pelayanan sebagai akibat tidak adanya badan yang memayunginya. Akibatnya visi dan misinya pun dapat berubah, tergantung pemimpinnya. Maka pada tahun 1994 melalui pergumulan berat (antara lain adanya penolakan dari beberapa alumni), pengurus PMK Bandar Lampung Pos Universitas Lampung (UNILA), berafiliasi dengan Perkantas Jakarta. Pertimbangannya, pertama, yang merintis dan membina PMK adalah mahasiswa dan staf Perkantas. Kedua, pelayanan PMK memerlukan ‘payung’ untuk pencapaian visi dan misi yang jelas.

Sejak dirintis pada tahun 1980-1991, pihak-pihak yang banyak berperan adalah beberapa mahasiswa di Lampung: Mangasi Simangunsong, Purwanto, Gita Fera Harahap, Tri Yosua Taruna, dan Hanafi, yang pernah menjadi pengurus inti PMK. Peran mereka didukung melalui kunjungan dan pembinaan beberapa mahasiswa Jakarta dan staf Perkantas Jakarta secara periodik.

Tahun 1991-1993, pelayanan mahasiswa di Lampung mendapat pembinaan secara rutin dari Alex Mirza Hukom dan Eliyunus Gulo, setiap dua minggu, serta Ir. Jonathan Parapasan yang menyediakan rumahnya untuk pertemuan-pertemuan pengurus PMK.

Perkembangan Pelayanan di Lampung

Sejak bergabung dengan Perkantas Jakarta tahun 1984, arah pelayanan PMK Bandar Lampung semakin jelas. Pada tahun itu, PMK Bandar Lampung Pos Unila, berubah menjadi PMK Kota dengan nama PMK Lampung. Perkembangan selanjutnya, sejak 1 Oktober 1995, Perkantas Jakarta menempatkan A.T Haryanto (alumnus UNILA) sebagai asisten staf di Perkantas Lampung.

Sejak adanya staf, pelayanan mahasiswa di Perkantas Lampung berkembang dengan pesat. Salah satu program staf adalah merintis pembentukan pelayanan mahasiswa di Lampung secara organisasi. Perintisan ini sebetulnya sudah dilakukan sejak tahun 1993. Ketika itu beberapa alumni PMK Lampung bersama-sama dengan Alex Mirza Hukom (waktu itu masih menjadi staf Perkantas Jakarta), mengadakan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut. Namun karena belum adanya alumni yang mau menjadi motor penggerak bagi perintisan Perkantas di Lampung, maka rencana tersebut ditunda untuk sementara waktu.

Pada tahun 1995, dengan hadirnya asisten staf Perkantas, beberapa alumni di Lampung didekati kembali untuk menggumulkan dengan sungguh-sungguh kelangsungan pelayanan di kota ini. Pada akhir tahun 1995, Andry Pakan (mantan ketua BPC Perkantas Jakarta) mensharingkan visi dan misi pelayanan Perkantas kepada beberapa alumni tersebut, yang ditindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan setiap satu bulan sekali.

Pada pertemuan tanggal 26 Maret 1996, dibentuklah Tim Perintisan Perkantas Lampung (TPPL) dengan komposisi:

  • Ketua : Drs. Tri Yosua Taruna
  • Sekretaris : Yohanes Eko Prasetyo
  • Bendahara : Liong Mie Khie, M.Div.
  • Anggota : Susi Sarumpaet, SE; Ir. Jonathan Parapasan; AT. Haryanto, S.Pd.; Alex Mirza Hukom, SE

TPPL ini bertugas mencari pimpinan Tuhan atas pelayanan Perkantas di Lampung, mempersiapkan perintisan Perkantas di Lampung sekaligus menjadi pengurus BPP Perkantas Lampung apabila usul pendirian tersebut disetujui.

Untuk mematangkan persiapan tim, pada bulan Juni 1996 Lampung mengundang PC Perkantas Jakarta (Ria Pasaribu), untuk membicarakan lebih lanjut langkah-langkah yang akan dilakukan oleh TPPL sampai pada pelantikannya. Bulan Oktober 1996 terjadi perubahan komposisi Tim sebagai berikut :

  • Ketua : Drs. Tri Yosua Taruna
  • Sekretaris : Yohanes Eko Prasetyo
  • Bendahara : Santobi
  • Anggota : Ir. Jonathan Parapasan;  AT. Haryanto, S.Pd.;  Alex Mirza Hukom, SE; Liong Mie Khie, M.Div.;  Drg. Erni Gultom;  Dr. Wendi Budiawan; Ir. Darwin Pangaribuan

Pada tanggal 20 Januari 1997, TPPL mengadakan pertemuan dengan PC Perkantas Jakarta untuk membicarakan tentang kesiapan TPPL sampai pada pelantikan. Menindaklanjuti pertemuan dengan PC, tanggal 22 Januari 1997 diadakan kembali rapat TPPL untuk memantapkan komposisi calon BPP Perkantas Lampung.

Tanggal 24 April 1998, secara resmi Perkantas hadir di Lampung dengan  dilantiknya pengurus BPP Perkantas Lampung Periode 1998-2000 oleh Ria Pasaribu (PC Perkantas Jakarta), dengan komposisi sebagai berikut:

  • Ketua : Drs. Tri Yosua Taruna
  • Sekretaris : Ir. Darwin Pangaribuan
  • Bendahara : Santobi, SE
  • Anggota : Liong Mie Khie, M.Div.;  Drg. Erni Gultom;  Dr. Wendi Budiawan; Drs. Nurlaksono Eko, M.Pd.

Lalu pada periode selanjutnya (2000-2002), komposisi kepengurusan BPP Perkantas Lampung sebagai berikut:

  • Ketua : Bona Tampubolon, SE
  • Sekretaris : Sulistyani, S.Pd.
  • Bendahara : Amston Sipahutar, SE
  • Anggota : Liong Mie Khie, M.Div.;  Poltak Silaban, S.Th.; Drs. Tri Yosua Taruna

Pelantikan dilakukan oleh PC Perkantas Jakarta, yaitu Ir. Lina Kristo, M.Div bersamaan dengan acara Paskah Perkantas Lampung pada tanggal 22 April 2000.

Peran Gereja atau Lembaga Lain

Semasa proses perintisan Perkantas di Lampung, TPPL telah mengadakan audiensi dengan PGI Wilayah Lampung dan Pembimas Kristen Propinsi Lampung. Ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan kehadiran Perkantas di Lampung.