Palembang

Sejarah Perintisan

Pada awal tahun 1990, beberapa staf Perkantas Jakarta melakukan kunjungan ke Palembang. Mereka antara lain Ria Pasaribu, dkk pada tahun 1990, dan Mangapul Sagala mulai tahun 1991-dan seterusnya. Kunjungan tersebut  terjadi atas inisiatif Perkantas sendiri dan juga atas undangan gereja-gereja setempat  (GKJMB). Selain itu ada beberapa orang yang sudah mengenal Perkantas, yang tinggal di Palembang, seperti Barnabas Kim (mantan Aktivis  dan staf Perkantas Korea) dan Herald Siagian (Alumni  PMK Perkantas Jakarta). Mereka pada tahun 1986-1990 melayani di kalangan mahasiswa di Palembang, melalui khotbah, kelompok kecil (KK) dan sharing pribadi, sehingga sampai ada persekutuan mahasiswa Kristen yang berjalan secara  rutin di Palembang. Namun pada tahun 1990 bersamaan dengan kepindahan kedua orang tersebut pelayanan mahasiswa pun akhirnya berhenti.

Sampai tahun 1992 beberapa kali mahasiswa Kristen Palembang diikutsertakan di dalam kegiatan pelayanan Perkantas, seperti Kamp Nasional Medis, Kamp Nasional Mahasiswa dll., khususnya mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri)  dan kampus-kampus lainnya.

Pada bulan Agustus 1992 6 orang mahasiswa Kristen dari Palembang yaitu: Sjamsuri Tjandra (FE Tridinanti), Jansen Tambunan (FP Unsri), Willy Sukmana (FK Unsri), Lenasari (FE Unsri), Rugun  (FH Unsri) dan Theresia Modesta Unsri) mengikuti Kamp Nasional Mahasiswa di Tawangmangu Jawa Tengah. Bersamaan dengan kepulangan mereka Perkantas Jakarta mengutus seorang stafnya (Philemon Bukit)  ke Palembang untuk melakukan survey dan persiapan pelayanan di Palembang.

Pada tanggal 1 Nopember 1992 Pilemon Bukit dan keluarga tiba di Palembang. Mereka selama satu bulan menumpang tinggal di kantor LPA (Lembaga Pelayanan Anak)  yang kebetulan stafnya sedang mengikuti pelatihan di Jakarta. Hal ini terjadi karena rumah yang akan dikontrak  (Jl. Kopral Umar Said 3305, Rt 57, 20 ilir III yang bersebelahan dengan LPA) masih ditempati pemiliknya sampai akhir bulan November 1992.

Tanggal 1 Desember 1992 Philemon dan keluarga mulai menempati rumah baru sekaligus pusat kegiatan Pelayanan Perkantas di Palembang. Sejak kehadiran Philemon sebagai staf, dimulai satu KK mahasiswa yang beranggotakan sebagian mantan perserta KNM 1992 (Sjamsuri, Jansen, dan Willy) dan Christine Djayaputra (FP Unsri). Philemon sendiri yang memimpin KK ini. Mereka bertemu setiap minggu di rumah orang tua Christine. Kelompok kecil ini berjalan kurang lebih 18 bulan, kecuali Willy yang oleh karena kesibukan kuliahnya tidak dapat mengikuti KK.

Pada tahun 1993 Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) mulai dijalankan setiap minggu yang diikuti kurang lebih  10 orang. Kegiatan ini dapat berlangsung selama setahun. Namun pada semester awal tahun 1994 kegiatan PMK terhenti. Pada waktu yang bersamaan  berdiri persekutuan kampus yang disebut Persekutuan Doa Oikoumene (PDO) “Medika” dan  “Bertumbuh”.

Kondisi ini menjadi pergumulan tersendiri bagi Staf dan rekan-rekan sepelayanan. Setelah didiskusikan dan didoakan, pada tanggal 26 Februari 1993 beberapa alumni dan mahasiswa sepakat untuk membentuk Badan Pengurus Perwakilan (BPP) Perkantas Palembang. Yang menjadi pengurus adalah: Sjamsuri Djandra SE (ketua), Jansen Tambunan (sekretaris), Drg. Suerlina S (Bendahara), Lindung N, SE, Ir. Mayesti Situmorang, Drs. Paulus.Cikman, Lena Sari, SE, dan Murdawati, SPd.  Untuk mendukung pelayanan Perkantas di Palembang,  BPP membentuk Tim Doa yang bertemu setiap hari Sabtu. Selain itu BPP juga mengadakan  pertemuan bulanan serta menyelenggarakan program non-rutin, seperti Kebaktian Awal Tahun, Hari doa Mahasiswa, Paskah, Hari Doa UMPTN, HUT Perkantas, Hari Doa Nasional, Retret, Raker, dan Natal.

Bulan Mei 1993 Perkantas Palembang mengundang Mangapul Sagala untuk membawakan seminar pembinaan. Kehadiran Mangapul Sagala “dimanfaatkan” juga untuk melayani di Persekutuan Alumni Kristen (PAK).  PAK ini kemudian membentuk  kepengurusan pada bulan Oktober 1993 dengan susunan: Niren K. Sinambela AK (ketua), Ingan Ukur Tarigan, SKM (sekretaris), dan drg. Kostaida (bendahara) ditambah dengan Komisi Kebaktian: Dewi Retno, Tiur JS, T Roni T; Rostaida P, dan Komisi Pembinaan: Rosalia Siwi dan Jumaga. Persekutuan ini dapat berjalan setiap bulannya dan rata-rata diikuti oleh 20 orang. Di tahun yang sama terbentuk 3 KK siswa yang dipimpin oleh Staf, Niren, dan Lindung. Namun KK siswa ini tidak dapat berjalan dengan baik, sebelum akhirnya berhenti.

Bulan Nopember 1994 ada 18 orang mahasiswa yang mengikuti Raker dan Retret BPP Perkantas Palembang di Wisma Elohim Palembang. Pada waktu itu diadakan KKR dan semua mahasiswa mengambil keputusan untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat serta mau membangun pelayanan PMK di Palembang. Untuk menindaklanjuti acara tersebut, mereka dimasukkan ke dalam 3 KK (Maruli, Simon, dan Sadrah; Johannes, Ricky, Evi, Tina, dan Togi; Bresta, Made, Romayana, dan Petrus ) dan dijadikan pengurus PMK. Selain KK, juga diselenggarakan persekutuan mingguan bagi mahasiswa (PMK). Acara ini juga dipakai  untuk membina pengurus yang telah mengambil keputusan untuk melayani.

Pengurus PMK Palembang periode pertama adalah Maruli Lubis (ketua), Simon Yos Sudarso (sekretaris), dan Sadrah Ginting (bendahara) ditambah dengan 4 komisi. Pada tahun 1994 sudah ada 7 persekutuan mahasiswa, yakni: Pedom (FK) dan PDO Bertumbuh (FP), PDO Getsemani (FMIPA), PDO Menabur (FKIP), PDO Natanael (Politeknik), Universitas Palembang & Universitas Tridinanti.

Pada bulan Nopember 1995 diadakanlah regenerasi pengurus PMK yang pertama, yaitu  Johannes AT   (ketua ), Bresta SS (wakil ketua), Ricky AB (sekretaris), Romayana S (wakil sekretaris), Sadrah Ginting (bendahara), I Made Ari W (wakil bendahara) ditambah dengan 5 komisi. Pada tahun ini juga tepatnya tanggal 20-22 Oktober 1995 diadakan Retret PI Pembinaan yang pertama, yang diikuti oleh sekitar 120 peserta. Sejak itu KK mahasiswa pun semakin bertambah jumlahnya.

Desember 1996  Siswa SMU 6, SMU 3, Methodis, STM , SMU 5  mengadakan  Natal gabungan karena mereka diajar oleh guru agama yang sama. Panitia Natal gabungan tersebut sepakat untuk meneruskan kebersamaan mereka di dalam satu wadah persekutuan dari kepanitiaan inilah cikal bakal adanya PSK sekolah. Yaitu pada bulan Februari 97  terbentuklah Persekutuan Siswa di Rumah Jasa Alex  dan sekaligus pemilihan  pengurus pertama PSK Kota. Ketua : Jasa Alex SMU  Neg 6 , Wakil Ketua : Ferry Tongan,  Bendahara : Dewi (SMU 1), Sekretaris : Febriyanti (SMU Metodis 1), Koordinator acara : Daniel Pahala (SMU 3). Persekutuan PSK dilaksanakan sebulan sekali. Dan pada tahun itu juga (Juli 1997) Tiodamra Hasugian yang sebelumnya bendaharan BPP bergabung menjadi staf  yang menangani siswa dan persekutuan siswa pun terus meningkat baik waktu pertemuan yang dulunya sebulan sekali menjadi dua minggu sekali dan  kemudian menjadi  seminggu sekali.

Melihat Perkembangan pelayanan Siswa, Mahasiswa dan alumni baik secara kualitas  dan juga kuantitas maka sekretariat Perkantas yang ada tidak memadai lagi untuk menampung kegiatan pelayanan Perkantas, secara khusus kelompok-kelompok kecil dan persekutuan rutin mingguan PSK dan PMK,  maka pada bulan Desember 1998 Perkantas Palembang pindah ke Jl. Mayor Ruslan no. 28  yaitu tempat yang lebih luas dan lebih strategis.  Di sinilah Pelayanan Perkantas secara khusus PMK mengalami peningkatan baik secara kuantitas dan kualitas. Jumlah mahasiswa yang hadir dalam persekutuan antara 65-80 orang dan PDO-PDO semakin terbuka terhadap pelayanan Perkantas.

Pelayanan Perkantas Saat ini  mengalami peningkatan yang cukup berarti dimana Persekutuan Alumni Kristen dapat berjalan setiap bulan. Persekutuan Mahasiswa setiap hari Jumat dan juga telah terbentuk 19 KK  serta persekutuan Siswa kota setiap hari minggu pukul 14.00 wib dengan 4 KK ditambah PSK Sekolah (SMUN 3 dan SMUN6).

Pergumulan Perkantas Palembang saat ini adalah perintisan PMK di Indralaya (Lokasi Kampus Unsri yang baru) dan juga sekretariat karena tempat yang sekarang akan dijual . Kita sangat berat untuk meninggalkan tempat tersebut selain karena luas dan strategisnya juga lingkungan yang begitu terbuka untuk pelayanan Perkantas. Sampai saat ini kami belum menemukan tempat yang cocok untuk dijadikan sekretariat.