Mahasiswa

Persekutuan Mahasiswa Kristen Jakarta (PMKJ)

Sejarah Perintisan

Pada tahun 1971, berdirilah Yayasan Perkantas di Indonesia berkedudukan di Jakarta. Staf pertama adalah Ir. Jimmy Kuswadi alumni dari Australia yang aktif dalam OCF, ia berkomitmen untuk menyerahkan sepersepuluh masa kerjanya untuk melayani secara full time, kurang lebih selama 3 tahun. Ia mengadakan PA dan doa berbentuk KTB secara rutin di rumah teman SMU-nya (Jerry Lohi) di Kramat 7/29 atau dirumahnya di Rawamangun. Mahasiswa yang pertama mengikuti KTB ini adalah antara lain Jerry Lohi (FK UKI) dan Robby (FTM USAKTI) . Sebagai wadah organisasi kegiatan mahasiswa ini dibentuklah BPM (Badan Pelayanan Mahasiswa) dengan ketua pertama Robby. BPM inilah yang menjadi cikal bakal Persekutuan Mahasiswa Kristen di Jakarta (PMKJ). Untuk satu kali masa periode kepengurusan BPM adalah 2 tahun. Setiap pergantian pengurus diadakan Retret Pengurus.

Generasi berikut yang hadir antara lain dari Universitas Indonesia (Yudi Martono, Zacheus Indrawan, Hendra, Iwan), Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (Tulus Hendrayono, Iman Sentana), Universitas Trisakti (Bing, Arnold K,Teguh Santosa, Richard Ganda, Budi Wibawa, Suhana), IKIP Jakarta (Amelia Theophilus, Ratna Djajadi). Setiap minggunya BPM mengadakan persekutuan rutin yang diisi dengan PA dan doa dalam KTB, setiap 3 bulan sekali diadakan juga acara kunjungan atau rekreasi seperti kunjungan ke gereja di Tugu, ke Kebon Karet di Parung bahkan pernah pula diadakan rally motor bersama. Dari KTB di BPM ini dirintis pelayanan mahasiswa di kampus Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Trisakti (USAKTI) karena kedua kampus ini merupakan kampus Negeri dan Swasta yang besar di Jakarta sehingga strategis untuk pengembangan pelayanan mahasiswa.

Perintisan di Trisakti dimulai dengan mengadakan LTC (Leadership Training Course) yang dipimpin oleh Jimmy Kuswadi. LTC ini berupa KTB yang terdiri dari 3 orang yang bertemu setiap minggu membahas bahan-bahan pertumbuhan dasar (Memulai Hidup Baru/MHB sekarang). KTB USAKTI ini terdiri dari Teguh Santosa (FT Sipil), Richard Ganda (FTM), dan Arnold K (FTM), yang diadakan di Balai Mahasiswa Baptis Grogol. Peserta pada angkatan pertama LTC, masing-masing kemudian melakukan Pekabaran Injil (PI) Pribadi kepada teman-teman mereka. Di dalam LTC ini, dengan setia Jimmy Kuswadi mengevaluasi dan berdoa bersama anggota KTB untuk gerakan PI Pribadi ini. LTC dan gerakan PI Pribadi ini menjadi cikal bakal KSAUT (Kelompok Studi Alkitab Universitas Trisakti) yang kemudian berganti nama menjadi POUTRI (Persekutuan Oikumene Universitas Trisakti).

Perintisan di UI dimulai dengan kelompok PA beranggotakan Yudi Martono (FT), Zacheus Indrawan (FT), Halim (FT), Hendra Setiawan (FE), Iwan Radyanta (FKG). Kelompok PA ini berjalan kira-kira 2 tahun.Kemudian bertambah dengan Simon P. Ibrahim (FT), Monica (FT), Marta (FT). Tahun 1975, Zacheus yang waktu itu aktif di Seksi Kerohanian Senat mengusahakan adanya kebaktian bagi mahasiswa baru Kristen pada acara Mapram (OSPEK). Puji Tuhan, karena cukup banyak mahasiswa yang terjangkau pada waktu itu antara lain adalah Mangapul Sagala dan Andi Mulia. Sebagai tindak lanjut Kebaktian Mapram ini diadakan PA rutin tiap hari Jumat pada jam sembahyang Jum'at (tidak ada kuliah) yang dikenal sebagai Kelompok PA FTUI. Kelompok PA FTUI ini bertumbuh menjadi persekutuan PO FTUI dengan ketua pertama Andi Mulia.

Selanjutnya kedua Persekutuan inilah yang menopang perintisan PMK di kampus-kampus lain. Seiring dengan bertumbuhnya PMK di kampus-kampus, BPM mengadakan persekutuan tiap hari minngu dihadiri oleh sekitar 20 orang dengan dominasi kehadiran berasal dari UI, USAKTI, ISTN, IKIP.

Tahun 1974, Linda Adijaya (alumni STT Jakarta yang ketika mahasiswa dijangkau oleh Soen Siregar) menjadi staf Perkantas menggantikan Jimmy Kuswadi. Tahun 1978 BPM berubah nama menjadi KPM (Komisi Pelayanan Mahasiswa) dengan Ongko Wijoyo sebagai ketua. Kehadiran mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus yang datang ke KPM semakin banyak. Jaman ini kunjungan ke kampus-kampus secara inisiatif dikerjakan oleh pengurus KPM dibantu oleh seorang missionary asal Australia, David Anderson, yang memiliki beban misi yang kuat. Bersama-sama dengan mereka yang telah setia hadir di persekutuan KPM, dirintislah PMK di kampus-kampus tersebut antara lain AMG (Akademi Meteorologi Geofisika), ISTN, UNTAR, serta APK (sekarang STMIK) Budi Luhur.

Pada tahun 1976, Paul Hidayat masuk menjadi staf Perkantas dan merintis PMK-PMK kampus bersama pengurus KPM. Pada tahun 1979, PMK-PMK semakin banyak yang berdiri sehingga pada tahun 1980 ketika V.M Sagala menjadi ketua dibentuklah Tim Antar Kampus untuk menjalin dan memelihara kontak dengan kampus, antara lain kampus UI, USAKTI, UKI, ASMI, AMG, APK (sekarang STMIK) Budi Luhur, UP, UNTAR. Hasil dari kunjungan antar kampus ini, mahasiswa yang hadir dalam persekutuan mingguan KPM semakin meningkat bahkan tempat persekutuan di Perkantas Jl. Kramat 7 /29 dengan kapasitas 40 orang tidak dapat menampung 80 mahasiswa yang hadir. Sebagai alternatif pemecahan masalah ini, dibuat Persekutuan Antar Kampus sebulan sekali dengan menyewa Aula STT Jakarta atau bekerja sama dengan POSA UI dalam hal penyediaan tempat. Persekutuan setiap minggu tetap diadakan tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang kunci dari PMK-PMK kampus.

Tahap Pemantapan dan Pengembangan

Tahap ini bertujuan membangun kedewasan dan kesatuan pelayanan mahasiswa di Jakarta serta perintisan pelayanan siswa, alumni dan medis.

Pada sekitar tahun 1980-1990 an, Perkantas masuk kepada tahap pendewasaan PMK-PMK yang dirintis di tahun 1970 an serta terus memantapkan kesatuan dan kerjasama antar PMK-PMK yang ada dan memotivasi PMK-PMK tersebut untuk bermisi atau merintis PMK ke kampus yang berlum terjangkau. Di pertengahan masa ini juga pelayanan Perkantas Jakarta berkembang menjangkau siswa, memelihara alumni PMK yang telah terbina, dan menaungi pelayanan medis.

Tahap pemantapan ini meliputi pemantapan visi, misi dan ajaran serta pemantapan kesatuan PMK-PMK di Jakarta. Untuk itu selain persekutuan mingguan, diadakan juga Bible Study setiap hari Jumat sore berisi eksposisi kitab berurutan dan pembahasan doktrinal yang dipimpin oleh Paul Hidayat. Dan secara berkala diadakan paket lokakarya keterampilan untuk para pengurus PMK.

Pada tahun 1981, untuk mempersatukan semangat pelayanan mahasiswa dan menjangkau mahasiswa-mahasiswa se-Jakarta, serta membangun pengajaran yang kuat di kampus-kampus.diadakan KPRM (Kebaktian Penyegaran Rohani Mahasiswa) se-Jakarta dengan ketua Panitia Jakarta, Daltur Rendakasiang (FMIPA UI), dibantu panitia lokal di tiap kampus. KPRM ini diadakan dalam bentuk rally KKR di pagi hari selama 5 hari yang dilayani oleh Pdt. Stephen Tong. KKR tersebut dilaksanakan di Aula FTUI (Salemba), Aula FK UKI (Cawang), Aula Asmi (Pulo Mas), Aula IKIP (Rawamangun) dan Gema USAKTI (Grogol). Selain KKR ini, juga diadakan seminar di sore hari selama 4 hari yang diadakan di Aula PALDAM (Kwitang). Walaupun KKR tersebut diadakan di kelima kampus di atas, namun jemaat yang hadir berasal dari berbagai kampus-kampus di Jakarta. Puncak dari KPRM tersebut adalah KKR pada hari terakhir yang diadakan di Istora Senayan.

Tapi seiring dengan makin mantap dan mandirinya PMK-PMK di kampus, terjadilah di mana PMK kampus sibuk dengan programnya masing-masing. Kesatuan, kerjasama, dan interaksi antar kampus terasa sangat minim. Sehingga pada tahun 1983-1984, di Perkantas Jl.Kramat 7/29, dibentuklah Tim Enam oleh pengurus-pengurus persekutuan kampus. Tim Enam ini terdiri Mangapul Sagala.-UI, Tony Antonio-Pancasila, Suprapti-Trisakti, Andry Pakan -UI, Enjang Yahya-UKI, Amsa Sitanggang -UKI , yang baru saja mengikuti Kamp Nasional Perkantas yang diadakan di Lembang Bandung pada awal tahun 1983. Tim ini bertugas untuk menjalin dan mengkoordinir kerjasama pelayanan antara kampus. Slogan yang terkenal pada waktu itu adalah kampus yang "kuat" (kuat pembinaan dan kelompok kecil) membantu yang "lemah" dan bermisi ke kampus-kampus yang belum memiliki persekutuan untuk membentuk persekutuan di sana. Slogan ini tidak hanya kata-kata kosong, tapi benar-benar terwujud dan dilakukan oleh kampus-kampus yang "kuat ", seperti USAKTI, UI, UKI, UNTAR dan IKIP Jakarta. Tim Enam setiap bulan menerbitkan Buletin Doa yang berisi pokok-pokok doa dari PMK-PMK kampus dan mendistribusikannya ke kampus-kampus. Selain itu, juga dilakukan acara-acara antar kampus seperti seminar, diskusi dll. Setelah generasi pertama Tim Enam berakhir masa pelayanannya, kerjasama antara kampus tetap diteruskan dan melebur ke dalam salah satu bidang/seksie di PMK Jakarta

Hubungan yang makin baik dan stabil dengan kampus-kampus melalui sarana-sarana tadi makin menghasilkan orang-orang yang terbeban melayani kampus, maka diadakan kamp untuk para pemimpin dan pengurus kampus yaitu KKRJ I (Kamp Kepemimpinan Regional Jakarta) pada tahun 1984 dengan peserta dari Jakarta dan Medan sebagai regionalnya yang diadakan di BPPT Ciawi, Puncak. KKRJ I tersebut yang mengambil tema "Kuutus Kau Untuk Membangun" dilayani oleh pembicara utama Pdt. Stephen Tong. Dampak dari KKRJ I ini adalah Perkantas Jakarta semakin memiliki beban misi bagi Jakarta dan daerah Regional serta seluruh daerah di Indonesia melalui Kamp Nasional Perkantas, di mana kehadiran peserta Jakarta sangat menjadi berkat. Hal itu terlihat dari keterlibatan mereka dalam Kamp-Kamp Nasional berikutnya.

Tahun 1984 V.M Sagala menjadi staf Perkantas Jakarta dan membangun Perkantas Jakarta melalui pembinaan-pembinaan yang diadakan secara terencana. Strategi pelayanan ke kampus-kampus juga semakin ditingkatkan melalui kunjungan pelayanan dan pembinaan yang dilakukan secara teratur. Pada tahun 1986 KPM berubah nama menjadi PMKJ dengan ketuanya Alex Mirza Hukom. Pada tahun 1988 Badan Pengurus Cabang (BPC) Jakarta mengutus V. M. Sagala mengambil studi teologia di Trinity Teological College (TTC), Singapura.

Setelah Paul Hidayat pindah ke Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA) dan V.M Sagala studi di TTC Singapura, terjadi penurunan minat mahasiswa untuk dibina di Perkantas. Persekutuan mingguan yang biasanya dihadiri rata-rata 30-40 orang menurun dratis hingga rata-rata 8-15 orang. Menurut beberapa mahasiswa, hal ini disebabkan oleh kurangnya pembina yang cukup senior, sehingga dirasakan mutu pembinaan semakin menurun.

Pada bulan Mei 1991 V.M Sagala menyelesaikan studinya dan bergabung kembali dengan Perkantas. Pada tahun ini juga Ria Pasaribu mempersiapkan diri untuk pergi studi teologia, dan Lina Kristo masuk menjadi staf. Pada masa ini, program mingguan diubah dari pembahasan topikal menjadi eksposisi Alkitab. Sejak tanggal 10 Juni 1991 diadakan perubahan hari persekutuan dari hari Minggu menjadi hari Senin pukul 16.00 WIB. Hal ini diputuskan agar mahasiswa yang ingin bersekutu tidak bentrok dengan hari beribadah dan melayani di gereja, sebaliknya mahasiswa dapat berkonsentrasi beribadah dan melayani di gereja masing-masing.Frekwensi persekutuan juga ditambah dari 2 minggu sekali menjadi setiap minggu.

Setelah adanya perubahan ini, ternyata eksposisi Alkitab tiap minggu (ketika itu membahas kitab Kolose) mendapat respon yang sangat besar dari pengurus-pengurus kampus. Akibatnya, persekutuan minggu dihadiri oleh semakin banyak mahasiswa, di mana yang hadir ketika itu rata-rata 30-50 orang. Ketika itulah seorang alumni mengatakan: "Sudah cukup lama saya tidak pernah melihat mahasiswa sebanyak ini menghadiri persekutuan minggu". Rupanya kehausan mahasiswa terhadap penggalian Firman Tuhan sangat besar. Dari peserta yang hadir setiap minggu di Kramat 7/29 terlihat cukup banyak mahasiswa yang hadir dari kampus-kampus Jakarta Selatan. Sebab itu bersama pengurus PMKJ (Hasudungan, Joko, Pahala, dkk) diputuskan untuk mengadakan persekutuan wilayah Jakarta Selatan (PMKJS). Tempat PMKJS yang semula diadakan di HKBP Pasar Minggu, 3 bulan kemudian berpindah ke GKJ Eben Haezer hingga saat ini.

Respon mahasiswa yang demikian baik untuk menghadiri persekutuan di PMKJP dan PMKJS (perintisan di wilayah Jakarta Barat) dilihat merupakan kesempatan yang baik untuk kembali menyatukan visi misi PMK-PMK kampus di Jakarta. Karena itu, Flafiana dkk memotori Retreat Koordinator PMK kampus yang pertama, yang dilaksanakan pada tanggal 5-8 September 1991. Pada bulan November V.M Sagala dipercayakan sebagai Pemimpin Cabang Jakarta. Untuk meningkatkan mutu pengajaran PMK Kampus, Perkantas Jakarta yang terdiri dari lima orang (3 orang staf lapangan, 2 orang karyawan) bekerjasama dengan pengurus PMKJ mengadakan Retret Pembinaan Teologia (sekarang dikenal sebagai Paket Pembinaan Mahasiswa) yang diselenggarakan satu kali dalam 2 bulan. PPM I dengan tema Roh Kudus dilaksanakan pada bulan Februari 1992 mendapat respon yang cukup baik dari seluruh mahasiswa, dimana pembinaan ini dihadiri oleh 85 orang mahasiswa. Paket dwibulanan ini mendapat respon yang terus meningkat. Hal itu terbukti dari kehadiran mahasiswa sejumlah 350 orang ketika mengikuti pembinaan dengan tema Hymnologi pada 9 & 16 Oktober 1992. Puji Tuhan karena Pendeta dan Majelis GKBJ Samanhudi yang mengijinkan Gereja tersebut untuk dipakai pada setiap pelaksanaan PPM hingga saat ini.

Salah satu momen penting untuk menjaga dan membangkitkan kembali pembinaan yang mantap adalah Retret Kelompok Kecil pada tahun 1992. RKK yang pertama ini Tuhan berkati untuk membangkitkan kembali KK yang lesu di kampus-kampus. Kedewasaan dan kesatuan PMK-PMK di Jakarta terus menjadi visi yang harus diperjuangkan para pengurus PMKJ. Untuk memelihara dan mewujudkan visi ini, setiap minggu diadakan Bible Study bagi para pengurus PMK, setiap bulan diadakan Paket Pembinaan Doktrinal dan keterampilan. Dan dibentuk Tim pendukung pelayananan mahasiswa dibentuk antara lain Tim Misi, Tim Doa, Tim Musik, dan Paket Pembinaan bagi Penilik (senior) PMK.

Visi PMKJ

Kedewasaan dan Kesatuan PMK di Jakarta (Ef. 4:13)

Jadwal Rutin

PMKJ PusatPMKJ TimurPMKJ SelatanPMKJ Selatan 2PMKJ Barat
Waktu: Senin, pk 16.00
Tempat: Sekretariat Perkantas, Jl. Kramat 7
CP: Budi (08989789525)
Waktu: Kamis, pk 16.00
Tempat: Ruang Sidang FT UKI Cawang
CP: Indra (085780577958)
Waktu: Selasa, pk 16.00
Tempat: GPIB Gideon
CP: Ray (08176302686)
Waktu: Senin, pk 16.30
Tempat: GKI Bintaro
CP: Sahat (081808371627)
Waktu: Selasa, pk 15.00
Tempat: Gereja Baptis Elim Grogol
CP: Indra (085780577958)